Breaking News:

Kupi Beungoh

Kasihan DPRA, Lemah di Mata Pemerintah, Masyarakat, bahkan di Mata Mahasiswa

Semoga tulisan ini menjadi pengingat kembali bagi abang-abang kami di DPRA. Anggap saja ini hanya sebatas nostalgia antara adek dan abang.

Serambinews.com
Rizki Ardial, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dan juga Mantan Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh periode 2019 

Oleh: Rizki Ardial*)

SEBAGAI mahasiswa yang mempunyai harapan tinggi terhadap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang baru, saya benar-benar kecewa. Hari ini, lembaga dewan seperti tidak tahu akan peran dan fungsinya.

Dengan tiga fungsi utama yang dimiliki, yaitu; legislasi, anggaran dan pengawasan, DPRA seharusnya menjadi mitra kritis Pemerintah Aceh dalam pembangunan Aceh ke arah yang lebih baik.

Namun, sejak dilantik pada 30 September 2019 lalu, DPRA ternyata belum mampu menunjukkan integritasnya sebagai parlemen yang kritis dalam mengawasi setiap kebijakan eksekutif.

Menurut saya, hal ini kemungkinan dipicu oleh dua sebab utama. Pertama, karena lemahnya kekuatan pimpinan DPRA dalam menyatukan semua komponen anggota dewan.

Atau kedua, aspirasi Anggota DPRA yang tidak dapat diterjemahkan dengan baik oleh pimpinan sehingga banyak aspirasi yang tidak tersampaikan kepada eksekutif.

Apabila hal ini terjadi, maka akan sangat berdampak pada eksistensi lembaga dewan di mata masyarakat. Akan muncul anggapan bahwa DPRA tidak terlalu penting dalam mengawal jalannya roda pemerintahan.

Setelah India, Kini China Pancing Emosi Warga Indonesia, Klaim Batik Kerajinan Tradisional Tiongkok

Idul Adha 1441 H Jatuh pada 31 Juli 2020? Ini Hasil Kajian Ilmu Falak

Turki Siapkan 2 Imam dan 4 Muazin untuk Bertugas di Masjid Hagia Sophia

Padahal jika kita melihat orang-orang yang duduk di lembaga dewan periode ini, banyak terdapat politisi muda dengan latar belakang aktivis. Termasuk juga di jajaran pimpinan.

Kehadiran para mantan aktivis ini sempat memunculkan sebuah harapan baru yang dapat membawa pengaruh besar dalam pembangunan Aceh yang maju dan terarah.

Tetapi ternyata itu hanya menjadi sebuah harapan. Sikap DPRA yang kurang responsif terhadap berbagai persoalan telah membuat hilangnya kepercayaan masyarakat.

Halaman
1234
Editor: Yocerizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved