Luar Negeri
Menderita Radang Kantong Empedu, Raja Salman Dirawat di Rumah Sakit
Kantor berita itu tidak merincikan kesehatan Raja Salman dan pemeriksaan apa yang telah dilakukan oleh tim dokter.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Mursal Ismail
Kantor berita itu tidak merincikan kesehatan Raja Salman dan pemeriksaan apa yang telah dilakukan oleh tim dokter.
SERAMBINEWS.COM - Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz yang berusia 84 tahun telah dirawat di rumah sakit di ibukota Riyadh.
Kantor berita Saudi Press Agency (SPA) pada Senin (20/7/2020) mengatakan Raja Salman menderita radang kantong empedu.
SPA menambahkan bahwa Raja Salman yang telah bertahta sejak 2015 sedang menjalani pemeriksaan medis.
Namun, kantor berita itu tidak merincikan kesehatan Raja Salman dan pemeriksaan apa yang telah dilakukan oleh tim dokter.
Dalam informasi yang diberikan SPA, Raja Salman dirawat di Rumah Sakit Spesialis Faisal di Riyadh.
Sebelum bertahta menjadi pemimpin Kerajaan Arab Saudi, Raja Salman telah menghabiskan lebih dari 2,5 tahun sebagai pangeran mahkota dan wakil perdana menteri dari Juni 2012 sebelum menjadi raja.
• Arab Saudi Catat Covid-19 245.851 Orang, 250 Media Ikut Lokakarya Dampak Pandemi ke Anak-anak
• Pemerintah Arab Saudi Bangun Universitas King Saud di Aceh
Dia juga pernah menjabat sebagai gubernur wilayah Riyadh selama lebih dari 50 tahun.
“Semoga Tuhan melindungi Penjaga Dua Masjid Suci, dan memberikanya kesehatan dan kesejahteraan,” tulis SPA diakun Twitternya.
Sosok Raja Salman
Naik takhta sejak 23 Januari 2015, Salman bin Abdulaziz Al-Saud, menjadi raja ketujuh dalam pemerintahan Arab Saudi.
Sebagai raja, Salman menyandang gelar Penjaga Dua Kota Suci.
Dia menggantikan raja sebelumnya, sekaligus kakak tirinya, Abdullah, setelah raja yang menjabat sejak 2005 itu mangkat.
Salman adalah putra dari raja pertama Saudi, Raja Abdul Aziz bin Abdul Rahman Al-Saud, atau yang lebih dikenal sebagai Ibnu Saud.
• Terima Plt Gubernur Aceh, Dubes Arab Saudi Janji datang ke Aceh Lihat Potensi Investasi
Lahir di tengah keluarga kerajaan, Salman bin Abdulaziz telah dipersiapkan untuk menjadi seorang pemimpin sedari kecil.
Melansir dari Kompas.com, Salman bin Abdulaziz lahir pada 31 Desember 1935.
Dia diyakini sebagai anak ke-25 dari Raja Ibnu Saud dengan Putri Hassa binti Ahmad Al-Sudairi.
Salman memiliki enam saudara kandung, yang bersama mereka kemudian dikenal sebagai Sudairi Seven.
Tak banyak yang diketahui mengenai masa kecil Raja Salman, selain bahwa dia dibesarkan di Istana Murabba di Riyadh, salah satu bangunan bersejarah di ibu kota Arab Saudi yang memiliki luas hingga 16 hektare.
Sebagai seorang putra raja, Salman menjalani pendidikan di sekolah khusus pangeran di Riyadh yang didirikan khusus oleh Raja Ibnu Saud untuk menyediakan pendidikan bagi putra-putrinya.
• Plt Gubernur Aceh Temui Dubes Arab Saudi, Minta Tambah Kuota Haji, Begini Tanggapan Esam Abid
Di sekolah khusus itu, para keturunan keluarga kerajaan, termasuk Salman, memperoleh pendidikan milai dari agama, ilmu pengetahuan modern, hingga ilmu pemerintahan.
Memasuki Pemerintahan
Sebagai keluarga kerajaan, Salman telah memulai memasuki dunia pemerintahan Arab Saudi sejak masih berusia remaja.
Di usia 19 tahun, tepatnya pada 17 Maret 1954, dia ditunjuk menjadi wakil gubernur Provinsi Riyadh.
Jabatan itu ditempatinya selama sekitar satu tahun. Pada 5 Februari 1963, Salman ditunjuk untuk menjabat sebagai gubenur Provinsi Riyadh.
Posisi itu ditempatinya selama lebih dari 48 tahun.
Selama mengemban amanat sebagai gubernur Riyadh, Salman telah berhasil mengubah ibu kota kerajaan menjadi sebuah kota metropolis.
• Ibadah Haji Tahun Ini Digelar Terbatas, Arab Saudi Akan Denda Pendatang yang Masuk Makkah Tanpa Izin
Selama menjabat sebagai gubernur, Salman juga telah berperan dalam mempererat hubungan kerja sama antara Arab Saudi dengan sejumlah negara di kawasan Arab, seperti Kuwait, Bahrain, dan Qatar.
Pada 5 November 2011, Salman dipercaya untuk menjabat sebagai Wakil Kedua Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Arab Saudi.
Dia juga dimasukkan sebagai anggota Dewan Keamanan Nasional (NSC) pada hari yang sama.
Pengalaman Salman dalam menjalin hubungan internasional, termasuk dengan negara-negara Barat, selama menjabat sebagai gubernur Riyadh turut menjadi pertimbangan pengangkatannya selaku menteri pertahanan.
Selaku Menteri Pertahanan, Salman melanjutkan kebijakan kerajaan dalam mengintervensi situasi di Bahrain yang tengah diguncang gerakan anti-pemerintahan.
Sebagai pemimpin sektor pertahanan, Salman turut meningkatkan kekuatan pertahanan Arab Saudi.
• Arab Saudi Masukkan Enam Nama dan Kelompok Sebagai Teroris
Selama dijabat olehnya, pada 2013, pengeluaran kerajaan Arab Saudi di bidang militer mengalami peningkatan yang luar biasa, hingga mencapai 67 miliar dollar AS.
Salman juga yang kemudian memimpin militer Arab Saudi untuk bergabung bersama dengan AS dan negara Arab lainnya, membentuk koalisi untuk melawan organisasi teroris ISIS di Irak dan Suriah pada 2014.
Menjadi Pangeran Mahkota
Pangeran Salman bin Abdulaziz resmi diangkat sebagai pangeran mahkota pada 18 Juni 2012, menyusul kematian pangeran mahkota sebelumnya, Pangeran Nayef.
Dia juga ditunjuk menjadi Wakil Pertama Perdana Menteri.
Penunjukkan Pangeran Salman sebagai pangeran mahkota dipandang sejumlah pihak sebagai upaya Raja Abdullah untuk meneruskan reformasi di Arab Saudi.
Pangeran Salman juga diyakini akan lebih fokus pada peningkatan ekonomi negara daripada melakukan perubahan politis.
• Pejabat PBB: Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Tersangka Utama Pembunuhan Jamal Khashoggi
Pada 27 Agustus 2012, Pengadilan Kerajaan mengumumkan bahwa Pangeran Salman ditunjuk untuk menjalankan tugas urusan negera selama Raja Abdullah keluar negeri.
Selama menjadi pangeran mahkota, Pangeran Salman juga dikenal dengan kedermawanannya terhadap negara-negara Muslim yang miskin, seperti Somalia, Sudan, Bangladesh, dan Afghanistan.
Naik Takhta
Pada 23 Januari 2015, saat berusia 79 tahun, Pangeran Salman resmi naik takhta, menggantikan kakak tirinya, Abdullah, yang meninggal karena pneumonia.
Setelah dinobatkan sebagai raja Arab Saudi, Raja Salman menunjuk saudara tirinya, Pangeran Muqrin sebagai putra mahkota.
Namun selang tiga bulan kemudian, Raja Salman mencopot Pangeran Muqrin dari posisi pangeran mahkota dan menunjuk keponakannya, Muhammad bin Nayef sebagai calon penggantinya.
Tetapi seperti diketahui, pada Juni 2017, Raja Salman kembali mengganti posisi putra mahkota dengan putranya, Mohammed bin Salman.
• Cegah Covid-19, Arab Saudi Pasang Penghalang Agar Jamaah Tak Sentuh Kakbah dan Hajar Aswad
Setelah menjabat sebagai Raja Arab Saudi, hal pertama yang dilakukan Salman adalah merombak kabinet pemerintahannya.
Raja Salman juga merombak susunan sekretariat pemerintahan dari semula berjumlah 11 menjadi hanya dua sekretariat pemerintahan, yakni Dewan Politik dan Keamanan (CPSA) dan Dewan Perekonomian dan Pembangunan (CEDA).
Selama dalam masa pemerintahan Raja Salman pula, Arab Saudi mengambil tindakan intervensi militer dan melibatkan diri dalam konflik di Yaman.
Pada Maret 2015, Raja Salman memerintahkan serangan militer terhadap kelompok Houthi di Yaman.
Serangan itu juga menjadi yang pertama dilancarkan Angkatan Udara Arab Saudi terhadap negara lain, sejak Perang Teluk pada 1990-1991.
Kehidupan Keluarga
Hingga saat ini, Salman bin Abdulaziz yang berusia 83 tahun, telah menikah hingga tiga kali dan memiliki 13 anak.
• Arab Saudi Gelar Operasi Militer Tumpas Houthi, Rudal Hampir Hantam Ibu Kota Riyadh
Dari pernikahan pertamanya dengan Sultana binti Turki Al Sudairi, yang masih menjadi saudara jauhnya, Salman memiliki enam anak, yakni Pangeran Fadh, Sultan, Ahmed, Abdulaziz, Faisal dan Putri Hassa.
Anak tertuanya, Fahd, meninggal akibat serangan jantung pada Juli 2001.
Begitu pula dengan anak ketiganya, Ahmed, yang meninggal akibat serangan jantung pada Juli 2002.
Putra keduanya, Salman adalah seorang mantan astronot, yang menjadi keturunan Arab dan Muslim pertama yang terbang ke luar angkasa dalam misi pesawat ulang alik Discovery pada Juni 1985.
• Beredar Rekaman Gerakan Reformasi Gulingkan Kerajaan Arab Saudi, Nama Kuwait Terseret
Sementara, istri pertama Salman, Sultana meninggal pada Juli 2011.
Pernikahan kedua Raja Salman adalah dengan Sarah binti Faisal Al Subaiai.
Dari pernikahan keduanya, Raja Salman memiliki satu anak, yakni Pangeran Saud.
Sedangkan dalam pernikahan ketiganya, yakni dengan Fahda binti Falah lahirlah Pangeran Mohammed, Turki, Khalid, Nayif, Bandar, dan Rakan.(Serambinews.com/Agus Ramadhan)