Berita Subulussalam
Oknum Pensiunan PNS Raup Rp 800 Juta, Begini Modus Penipuan Pelaku Sehingga Ratusan Warga Tertipu
Warga rela menyetor uang ke RM lantaran terpedaya dengan janji bantuan rumah.
Sementara warga yang menjadi korban bukan hanya di Kecamatan Simpang Kiri saja, namun semua kecamatan di Kota Subulussalam.
Korban tersebar di lima kecamatan yang ada di Subulussalam, mulai Simpang Kiri, Sultan Daulat, Penanggalan, Rundeng, dan Kecamatan Longkib.
Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Subulussalam berhasil mengungkap aksi penipuan bantuan rumah oleh seorang pria mengatasnamakan sebuah yayasan.
“Satu orang pelaku sudah kita tetapkan jadi tersangka dan sekarang ditahan,” kata Kapolres Subulussalam, AKBP Qori Wicaksono SIK dalam keterangannya persnya kepada Serambinews.com, Kamis (10/9/2020).
Menurut Kapolres Subulussalam AKBP Qori, kasus ini bermula laporan warga yang menjadi korban penipuan bantuan rumah.
• Pengedar Sabu yang Ditangkap BNNK Langsa Ternyata Bekas Napi, Ini Kasus yang Membelitnya
• Anak Gadisnya Dirudapaksa 2 Pria, Bapak Ini Menangis Ceritakan tak Ada Lembaga yang Mendampingi
• Ini Hasil Rapid Swab 8 Keluarga Pasien Positif Covid-19 asal Aceh Utara yang Meninggal di RSUZA
Polisi menindaklanjuti laporan tersebut dan menemukan fakta ada empat warga menjadi korban penipuan dan sudah menyetor sejumlah uang kepada pelaku.
Pelaku berinisial RM (65), warga Kutacane, Aceh Tenggara. RM yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka merupakan pensiunan PNS di Setdakab Aceh Tenggara.
Kapolres AKBP Qori Wicaksono menerangkan, RM melakukan aksinya untuk mengutip sejumlah uang kepada masyarakat.
RM mengklaim jika bantuan rumah tersebut bersumber dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Sementara uang yang dikutip didalihkan sebagai biaya pembuatan pondasi.
Untuk meyakinkan korban, RM pun mulai membangun pondasi rumah warga yang dipungut biaya tersebut. Adapun biaya yang dikutip bervariasi mulai Rp 4 juta sampai Rp 15 juta per Kepala Keluarga (KK).
• AKN Abdya Tutup Sejak 2019, Pemkab Minta Pengembalian Aset Lahan, Gedung & Kendaraan Operasional
• Kantor Camat Trumon Tengah Mulai Dibangun, Warga Juga Siapkan Lahan untuk KUA, Ini Respon Kemenag
• Empat Kapolsek, Dua Kasat dan Satu Kabag Polres Aceh Besar Dirotasi
“Katanya dana yang dikutip sebagai uang muka program pembangunan rumah bantuan,” papar Kapolres AKBP Qori.
Untuk memuluskan aksinya, RM membawa sejumlah dokumen mengatasnamakan atau mencatut nama Yayasan Pekerja Nasional Indonesia (YPNI) yang beralamat di Banda Aceh.
Namun, semua dokumen YPNI termasuk kontrak dan denah rumah itu diduga kuat palsu lantaran hasil scan.
Polisi juga melakukan penyelidikan hingga ke Banda Aceh guna melacak keberadaan YPNI. Hasil penelusuran menemukan jika pria RM telah mencatut YPNI dalam aksi penipuan bantuan rumah tersebut.
YPNI dipastikan tidak ada menjalankan program pengutipan uang terkait bantuan rumah. RM pun dipastikan melancarkan aksinya membawa nama YPNI secara illegal.
• Jadul Tapi Ampuh, Ini 6 Tips dan Trik Bahan Kecantikan dari Zaman Dulu
• VIDEO - Tips Mengakhiri Hubungan Tanpa Menyakiti Terlalu Dalam
• Kampung Meriah Jaya Juara I Lomba Evaluasi Perkembangan Kampung 2020 Tingkat Kabupaten Bener Meriah
Atas aksi penipuannya itu, penyidik telah menetapkan RM sebagai tersangka dan ditahan di ruang tahanan Mapolres Subulussalam.(*)