Breaking News:

Pengedar Sabu Ditangkap

Pengedar Sabu yang Ditangkap BNNK Langsa Ternyata Bekas Napi, Ini Kasus yang Membelitnya

"Barang (sabu-red) saya ambil dulu, begitu sudah habis saya jual nanti uang baru saya setor ke teman saya itu."

Penulis: Zubir | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Kepala BNNK Langsa, AKBP Basri SH MH mewawancarai pengedar Sabu dalam konferensi pers di Kantor BNNK Langsa, Kamis (10/9/2020). 

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Tersangka DA yang ditangkap BNNK Langsa karena mengedarkan sabu-sabu pada Rabu (9/9/2020) kemarin, mengaku dia sebelumnya pernah dipenjara selama 8 bulan di LP Kelas IIB Langsa karena kasus ganja.

Demikian pengakuan tersangka DA kepada Kepala BNNK Langsa, AKBP H Basri SH MH, saat diwawancarai langsung pada konferensi pers di Kantor BNNK Langsa, Kamis (10/9/2020).

Tersangka DA juga mengaku sudah setahun mengedarkan sabu-sabu yang ia beli dari temannya di Aceh Utara, dengan harga sebesar Rp 47 juta untuk 1 ons atau 100 gram.

"Barang (sabu-red) saya ambil dulu, begitu sudah habis saya jual nanti uang baru saya setor ke teman saya itu. Saya ambil terakhir 1 ons dengan harga Rp 47 juta," ujar tersangka.

Sabu seberat 1 ons atau 100 gram yang dibelinya di Aceh Utara pada temannya Yan (kini DPO), menurut tersangka, sebagiannya sudah habis diedarkan.

BREAKING NEWS - BNNK Langsa Tangkap Seorang Pengedar dan Sita Sabu 71, 51 Gram

Saat Digerebek BNNK, Tersangka Pengedar Sabu di Langsa Ini Nekat Panjat Loteng Rumah, Berusaha Kabur

63 Karyawan PDAM Tirta Keumuning Langsa Mendadak Dites Urine

Sehingga saat ditangkap, sabu yang tersisa bersama tersangka DA hanya seberat 71,51 gram, yang dibagi dalam 11 paket bungkusan plastik bening tembus pandang.

Sabu itu dibagi dalam beberapa paket yang dijual dengan harga bervariasi, mulai paket harga Rp 100 ribu, Rp 200 ribu, 400 ribu, bahkan ada yang Rp 1, 5 juta.

Kepada Kepala BNNK, tersangka DA mengaku menyesali perbuatannya itu dan berjanji setelah selesai menjalani hukuman atas perbuatannya tersebut, ia akan hidup normal.

Namun apakah itu hanya alasan karena telah ditangkap aparat atau memang niat tulus tersangka DA, hanya dia dan waktu nanti yang bisa menjawabnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved