Berita Aceh Tamiang
Pusat Kuliner Malam Tamiang Berawal dari Peningkatan Status Jalan, Begini Cikal Bakalnya
Pusat kuliner malam di Jalan Panglima Polem, Kota Kualasimpang yang menjadi ikon baru Aceh Tamiang ternyata terbentuk dari perubahan status jalan.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Pusat kuliner malam di Jalan Panglima Polem, Kota Kualasimpang yang menjadi ikon baru Aceh Tamiang ternyata terbentuk dari perubahan status jalan.
Kadis Perhubungan Aceh Tamiang, Syuibun Anwar secara gamblang menjelaskan, awalnya seluruh pedagang di inti Kota Kualasimpang akan digusur menyusul meningkatnya status Jalan Cuk Nyat Dhien menjadi jalan nasional.
Perubahan status ini, kata Kadishub, berimbas pada kebijakan lain, yakni melarang pedagang kaki lima berjualan di badan jalan.
“Efek dari perubahan status itu maka beberapa ruas jalan tidak boleh digunakan untuk berjualan. Harus steril dari pedagang,” kata Syuibun kepada Serambinews.com, Senin (21/12/2020).
Berdasarkan aturan, pemerintah daerah dibenarkan untuk menertibkan pedagang demi menegakan regulasi.
Baca juga: Rumah Bantuan Turki di Lampoh Daya Nyaris Ludes, Sumber Api dari Sampah yang Dibakar
Baca juga: Ini Areal Sawah yang Terendam Banjir di Aceh Utara, Luasnya Capai Belasan Ribu Hektare
Baca juga: Ungkapan Hati Seorang Anak untuk Ayahanda Nasir Nurdin Stringer yang Menghabiskan Masa Bakti
Namun, ungkap Syuibun, Bupati Aceh Tamiang, Mursil dalam beberapa pembahasan mengingatkan penggusuran akan menyebabkan pereonomian masyarakat mati.
“Pak Bupati kemudian meminta dicarikan solusi agar pedagang tetap bisa berdagang,” papar Kadishub Aceh Tamiang, Syuibun.
Setelah melalui beberapa pembahasan, disepakati kalau para pedagang direlokasi dengan konsep dikumpulkan di satu titik dengan dilengkapi fasilitas yang bisa mengakomodir kenyamanan pedagang dan pembeli.
“Diputuskan relokasi ke Panglima Polem. Dan agar di tempat baru tidak kekurangan omzet, maka bupati minta jalan tersebut harus dipercantik untuk memancing pembeli,” beber Syuibun.
Relokasi besar-besaran ini sudah mulai dilakukan, sejak akhir pekan lalu, dengan melibatkan 50 pedagang kuliner.
Baca juga: 9 Makanan yang Bagus untuk Perawatan Kulit, Bikin Sehat, Lebih Cerah hingga Bebas Tanda Penuaan
Baca juga: Sudah 4 Hari Janda di Aceh Utara Bersama 4 Anaknya Mengungsi ke Rumah Tetangga, Ini Penyebabnya
Baca juga: Mualem Lantik Pengurus DPW PA Bener Meriah, Mantan Petinggi Parnas Jabat Ketua Umum
Setidaknya, masih ada 30 pedagang lagi yang akan menyusul menghuni lapak yang disediakan di Jalan Panglima Polem tersebut.
Syuibun menegaskan, bila relokasi telah rampung dilakukan, maka pedagang kaki lima yang masih berjualan di ruas jalan protokol akan ditertibkan oleh Satpol PP dan WH.(*)