Breaking News:

Berita Banda Aceh

Aktivis Nasional Asal Aceh: Kekosongan Wakil Gubernur Menghambat Pembangunan Aceh Hebat

Aceh telah kekosongan Gubernur definitif selama 2 tahun lebih sampai 5 November 2020 dilantiknya Nova Iriansyah menjadi Gubernur Aceh definitif

Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Munawar Khalil, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB-PII) 

Menurut Munawar, kondisi tersebut sangat berbahaya bagi Aceh dan bagi Nova sendiri karena cepat atau lambat akan ketahuan akan ada bocoran banyak masalah.

Lebih lanjut, Munawar mengatakan bahwa Aceh itu luas, maka pentingnya adanya seorang Wagub guna dapat membantu Gubernur dalam urusan kelancaran pembangunan Aceh.

Salah satunya jika dalam keadaan terjadi persoalan besar dan bencana pada waktu yang hampir sama maka tidak akan memperlambat penanganan.

Dirinya mencontohkan, baru-baru ini juga ketika terjadi musibah banjir di beberapa kab/kota di Aceh tidak terlihat keberadaan Gubernur di lokasi kejadian.

Baca juga: BREAKING NEWS - Tangan Perawat RSUTP Abdya Putus Kena Pisau Pemotong Rumput yang Lepas

"Aceh belum selesai dari dampak konflik. Pak Nova dalam hal ini bukan seorang aktifis pejuang masa konflik dan tidak terlibat aktif juga dalam proses perdamaian.

Maka betapa butuh seorang Wagub yang mampu membantu pak Nova untuk menuntaskan hal hal yang bernuasa dampak konflik.

Pembangunan itu bukan fisik saja tetapi nonfisik dan sosial budaya perlu penanganan serius di Aceh," tegas Munawar lagi.

jika terjadi kegagalan pergantian Wagub sebut Munawar, itu berarti ada kesengajaan.

Dan Gubernur selaku pembina politik di daerah menurut undang-undang dipastikan bersalah, partai pengusung juga bersalah dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) selaku lembaga pengawasan resmi negara juga ikut bersalah.

Baca juga: Petugas Tegur Salah Satu Pengelola Rumah Makan Ternama di Aceh Besar Untuk Terapkan Protkes

Dengan demikian, Munawar Khalil menyarankan semua pihak harus pro-aktif.

Gubernur Aceh jangan hanya menunggu dari partai pengusung.

Apalagi pada saat yang sama Nova Iriansyah selain sebagai Gubernur Aceh juga sebagai ketua partai, jadi semakin bersalah dan nampak kesengajaan.

Maka untuk membuktikan niat baik demi kepentingan Aceh, tambah Munawar lagi, Gubernur Aceh, partai pengusung dan DPRA harus pro-aktif bekerja cepat untuk segera menggantikan Wakil Gubernur Aceh.(*)

Baca juga: Riwayat Unsyiah Berakhir, Berganti dengan USK

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved