Breaking News:

Gerindra Sebut Syarat Pendidikan Tinggi bagi Caleg-Capres Tak Relevan Lagi: Syarat Ijazah Itu Kuno

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Gerindra Elnino M Husein Mohi menegaskan persyaratan pendidikan formal tidak lagi relevan.

Tribunnews.com
Anggota Komisi I DPR Elnino M Husein Mohi saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/8/2016). 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Draf Revisi Undang-Undang Pemilu mengatur syarat calon orang yang akan maju dalam pemilu.

Dalam Pasal 182 ayat (2) disebutkan calon anggota DPR hingga presiden minimal harus memiliki pendidikan tinggi atau sederajat.

Terkait hal itu, anggota Komisi II DPR RI Fraksi Gerindra Elnino M Husein Mohi menegaskan persyaratan pendidikan formal tidak lagi relevan.

"Sebetulnya dalam konteks sekarang dan kedepan, kita tidak lagi relevan pakai syarat pendidikan formal. Yang perlu itu adalah lulus IQ Test," ujar Elnino, ketika dihubungi Tribunnews.com, Jumat (29/1/2021).

Elnino menjelaskan dalam demokrasi, setiap orang yang mempunyai hak pilih maka yang bersangkutan pun mempunyai hak dipilih.

Dia memahami bahwa memang persyaratan-persyaratan calon dibuat agar tidak semua pemilih nantinya menjadi calon. Pun demikian dengan persyaratan pendidikan formal dimaksudkan agar yang maju menjadi calon adalah orang yang cerdas.

Baca juga: Lulusan SMA Tak Boleh Jadi Wakil Rakyat

Baca juga: Kisah Trio Milenial Menghadirkan Cafe Berbasis Edukasi di Kompleks BPTP Aceh

Hanya saja, kata Elnino, tingkat pendidikan formal seseorang tidaklah berbanding lurus dengan kecerdasan politik yang dimiliki oleh seorang pemimpin.

"Persoalannya, dalam puluhan tahun terakhir dan juga akan berlangsung sampai puluhan tahun kedepan tingkat pendidikan formal seseorang tidak berbanding lurus dengan kecerdasan politik pemimpin," tegas Elnino.

Anggota Badan Legislasi DPR RI itu mengatakan persyaratan pendidikan formal yang dicantumkan dalam draf RUU Pemilu justru terkesan kuno, karena masih menggunakan syarat ijazah sebagai pertimbangan memilih pemimpin.

"Perusahaan-perusahaan besar dunia tidak lagi mempertimbangkan tingkat ijazah dalam merekrut calon karyawannya karena mereka tahu persis bahwa ijazah bukan gambaran kecerdasan dan skill. Tapi kita malah masih pakai syarat-syarat ijazah. Ini sudah kuno," tandasnya.

Baca juga: VIDEO VIRAL Suami Mancing di Dapur karena Dilarang Istrinya Keluar Rumah

Baca juga: VIDEO VIRAL Video Pedagang Durian Hanya Bisa Lihat Dagangan Pesaingnya Lebih Laris

Halaman
123
Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved