Breaking News:

Berita Gayo Lues

Bupati Amru Pimpin Apel Siaga Bencana di Gayo Lues, Tekankan 6 Poin Penting Penanganan Karhutla

Bupati Gayo Lues (Galus), M Amru didampingi unsur Forkopimda melaksanakan apel siaga bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

SERAMBINEWS/DOK KOMINFO
Bupati Gayo Lues, M Amru memimpin apel siaga bencana yang dipusatkan di halaman Bale Musara Blangkejeren, Senin (8/3/2021). 

Laporan Rasidan | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Bupati Gayo Lues (Galus), M Amru didampingi unsur Forkopimda melaksanakan apel siaga bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Apel siaga yang dipusatkan di halaman Bale Musara Blangkejeren itu dipimpin langsung oleh M Amru, Senin (8/3/2021).

Bupati Galus, M Amru dalam sambutannya mengatakan, pemkab melalui BPBD Galus mengimbau seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga dan melestarikan hutan dengan meminimalisir potensi bencana alam. 

Lanjutnya, rasa kepedulian dan kesadaran juga harus ditingkatkan dalam aktivitas yang berkaitan dengan upaya pencegahan dini dan kesiapsiagaan bencana alam tersebut.

Bupati menyampaikan, berdasarkan arahan dan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2015 tentang peningkatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan, ada 6 poin yang perlu dan harus dilakukan.

Baca juga: Puluhan Kepsek dan Guru di Aceh Besar Ikuti Workshop Peningkatan Supervisi Akademik

Baca juga: Setelah di Baktiya, Pencurian Tabung Gas 3 Kilogram Kembali Terjadi di Aceh Utara 

Baca juga: Persiraja Masuk ‘Grup Neraka’ di Piala Menpora 2021, Tergabung dengan Persib, Bali United & Persita

Pertama, prioritaskan upaya pencegahan melalui deteksi dini, monitoring areal rawan dengan hotspot, dan pemantauan kondisi harian di lapangan.

Kedua, lakukan monitoring dan pengawasan dengan  melibatkan petugas Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan kepala desa dalam penanganan karhutla.

“Bahkan harus mengajak para tokoh agama dan masyarakat untuk memberikan edukasi terus menerus kepada warga,” paparnya.

Kemudian, cari solusi yang permanen agar korporasi dan masyarakat membuka lahan dengan tidak membakar.

Poin keempat yakni harus melakukan penataan ekosistem gambut dalam kawasan hidrologi gambut dan harus terus berkelanjutan. 

Baca juga: Pangdam Iskandar Muda Gelar Silaturahmi dengan Rektor Se-Aceh, Ini Pembahasannya

Baca juga: Natural Aceh Wakili ASEAN Dalam Diskusi Perempuan Internasional

Baca juga: Penyegelan Kantor Desa Cot Rambong Berakhir Damai, Keuchik Lama Kembalikan Stempel dan Sepeda Motor

“Kelima, jangan biarkan api membesar dan harus tanggap dalam pengendalian karhutla,” urai Bupati Amru.

Poin terakhir, sebutnya, adalah melakukan langkah  penegakan hukum tanpa kompromi dan memberikan sanksi yang tegas sehingga ada efek jera.

"Seluruh  pemangku kepentingan dan semua pihak agar  berkontribusi dalam upaya pencegahan terjadinya karhutla di Gayo Lues,” paparnya.

“Caranya dengan meningkatkan  koordinasi dan komunikasi serta harus saling bahu-membahu,"pungkas Bupati Gayo Lues, M Amru.(*)

Penulis: Rasidan
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved