Selasa, 5 Mei 2026

Kupi Beungoh

Game Online Merajalela, Wabah Pikun Mengancam Generasi Muda Aceh

Gamer Indonesia mampu menghabiskan waktu bermain game online satu ronde tanpa berhenti sekitar 1 jam 23 menit.

Tayang:
Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/Handover
Nabila Umami Sufyadi, alumnus Dayah Modern Terpadu Al-Manar Cot Irie. 

Indonesia berada pada peringkat lima pemain game online terbesar di dunia.

Gamer Indonesia mampu menghabiskan waktu bermain game online satu ronde tanpa berhenti sekitar 1 jam 23 menit (Simon Kemp, 2020).

Penulis belum menemukan data akurat berapa banyak pengguna game online di Aceh dan di nomor urut dari 34 provinsi di Indonesia.

Tapi dari observasi penulis, hampir semua warung kopi di Banda Aceh dan Aceh Besar menyediakan fasilitas wi-fi dan di dalamnya nongkrong banyak remaja/pemuda yang asik bermain game.

Baca juga: Mendikbud Naikkan Anggaran Bantuan KIP Kuliah 2021, Bisa Dapat Rp 12 Juta per Semester

Bahaya Game Online

Game online lebih banyak mudharat dari manfaatnya.

Game online dapat menyebabkan pemainnya menjadi linglung, depresi yang berujung kematian, idiot hingga pikun di usia muda.

Sebagimana dilansir Edo.S.Jaya (2018), di Amerika Serikat ada sebuah kasus yang sempat memanaskan dunia, yaitu seorang pria 35 tahun mati mendadak setelah 22 jam bermain game online tanpa berhenti.

Nurul Diva (2021) mengabarkan, pada akhir Februari 2021 Jawa Barat dikejutkan oleh Raden Tri Sakti yang merupakan siswa kelas 1 SMP di Kabupaten Subang, meninggal akibat kecanduan game online.

Raden kerap menghabiskan waktu berjam-jam untuk memainkan game.

Baca juga: Penjualan Chip Marak, DPRK Minta Pemerintah Aceh Surati Kemenkominfo untuk Blokir Game Higgs Domino

Game Online di Aceh

Bagaimana dengan aktivitas permainan game online di Aceh?

Berdasarkan penelitian mahasiswa keperawatan Universitas Syah Kuala disebutkan 40,3 persen dari 67 siswa di SMAN 5 Banda Aceh telah mengalami kecanduan game online. (Bahagia, 2019, Jurnal JIM FKEP Vol. IV No. 1).

Dari Aceh Tengah dilaporkan, merebaknya fenomena game online menyebabkan tiga pelajar di sana nekat melakukan penyimpangan sosial dengan membobol sekolah SMK 2 Takengon.

Ketiga remaja itu nekat membobol sekolah dan mengambil uang sebesar Rp 3 juta rupiah dan menghabiskannya untuk bermain game online di warnet. 

Baca juga: Peredaran Sabu dan Maraknya Game Online, Bireuen Dikenal dari Nasional Hingga Internasional

Baca juga: Remaja Tewas Kesetrum Saat Main Game Online Sambil Mengecas Ponsel

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved