Breaking News
Senin, 18 Mei 2026

Kupi Beungoh

Kunjungan Ramadhan ke AD Pirous: Pemula dan Pendiri Kaligrafi Kontemporer Nasional (VII)

Majalah Tempo, edisi 28 Juli 2014 menyebut Pirous sebagai “imam kaligrafi Indonesia”, sebuah gelar yang jarang dan  tidak gampang didapat.

Tayang:
Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/Handover
Sosiolog Aceh, Ahmad Humam Hamid, berkunjung ke galery lukisan seniman Indonesia kelahiran Meulaboh Aceh Barat, Abdul Djalil Pirous (AD Pirous), di kawasan Dago Pakar, Bandung, April 2021. 

Fleksible karena seni rupa Pirous tidak berhenti hanya hanya pada kata, akan tetapi juga membawa berbagai pesan yang sangat sarat kepada yang melihatnya.

Paling kurang ada dua implikasi besar terhadap apa yang telah dimulai Pirous dengan kaligrafi kontemporer terhadap jagat budaya seni rupa nasional.

Pertama, kehadiran kaligrafi kontemporer yang dimulai oleh Pirous untuk pertama kalınya di loby Chase Manhattan Bank pada tahun 1972.

Kolase foto lukisan kaligrafi karya Abdul Djalil Pirous, seniman Indonesia asal Meulaboh Aceh Barat. Lukisan-lukisan ini disimpan di Serambi Pirous, studio galery, di Jl. Bukit Pakar Timur II/111 Bandung, 40198, Indonesia.
Kolase foto lukisan kaligrafi karya Abdul Djalil Pirous, seniman Indonesia asal Meulaboh Aceh Barat. Lukisan-lukisan ini disimpan di Serambi Pirous, studio galery, di Jl. Bukit Pakar Timur II/111 Bandung, 40198, Indonesia. (SERAMBINEWS.COM/Handover)

Setelah pameran itu, seni kaligrafi nasional kemudian bergulir, perlahan, untuk kemudian menjadi lebih cepat, dan terus berkembang sampai dengan hari ini.

Keunikan seni kaligrafi Pirous telah membuatnya tidak terikat dengan mazhab apapun.

Seni kaligrafi kontemporer Pirous dijuluki oleh kaligrafer senior Sirajuddin (2002) sebagai mazhab Jalili, yang oleh sebagian pengamat lain disebut dengan gaya Pirousi.

Bahkan keberanian Pirous untuk bebas mazhab telah memancing generasi kedua pelukis kaligrafi Indonesia untuk menemukan dan bahkan sudah menemukan bentuk awal mazhab mereka masing-masing.

Sebagai contoh Sirajuddin menyebutkan perupa kaligrafi kontemporer gaya Syaifuli -Syaful Adnan, Amani (Amang Rahman), Hendrawi (Hendra Buana. Yetmoni (Yetmon Amier), atau Akrami (Said Akram).

Kedua, tidak dapat dipungkiri salah satu produk orde baru dalam konteks Islam dan ummat Islam adalah lahirnya sebuah kelas menengah perkotaan yang kemudian ingin meneguhkan keberadaannya dalam kehidupan kebangsaan yang sehat dalam berbagai bentuk.

ICMInya BJ Habibie dan berbagai rupa kelas menengah Islam yang berciri progresif, ataupun liberal, berupaya mencari dan menggali berbagai identitas Islam Indonesia yang maju, berwawasan, modern, dan kompatibel dengan semangat zaman.

Munculnya berbagai pengajian di hotel-hotel mewah, terbitnya koran Republika, tampilnya seni musik dan lagu kasidah Bimbo, dan lahirnya bank Muamalat dan berbagai produk syariah lainnya, adalah fenomena tahun sembilanpuluhan yang kemudian terus bergulir adalah trade mark kelas menengah Islam yang kosmopolit, moderen, dan adaptif dengan kehidupan negara kebangsaan.

Kehadiran kaligrafi kontemporer yang diprakarsai oleh AD Pirous telah semakin menambah pula isi kolam identitas Islam dalam kolam besar seni dan budaya nasional.

Ummat Islam sebagai komponen demografi mayoritas republik yang telah cukup lama terobrak abrik semenjak masa penjajahan sampai dengan masa pascakemerdekaan, pada tahun sembilanpuluhan telah menemukan titik awal jati diri dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi.

Kemunduran politik Islam identitas, kini telah tergantikan dengan Islam intelektual, Islam ekonomi, dan Islam seni yang mempunyai ciri tersendiri, namun tetap menjadi bagian penting dari seni rupa nasional.

AD Pirous telah membuka jalan kepada umat Islam, terutama seniman muslim untuk masuk ke sebuah ruang besar eksplorasi tak terbatas untuk mencari dan menemukan indentitas Islam yang tetap sesuai dan mengalir dengan semangat zaman.(*)

*) PENULIS adalah Sosiolog, Guru Besar Universitas Syiah Kuala.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved