Breaking News:

Serambi Spiritual

Ramadhan Bulan Pendidikan Keluarga, Simak Ulasan Prof Dr Tgk Muhammad AR Med di Serambi Spiritual

Jika di suatu keluarga itu mendidik anak-anak yang baik, maka dia akan mengeluarkan orang-orang baik juga nantinya.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM
Assoc Prof Dr Tgk Muhammad AR Med (Ketua Dewan Dakwah Aceh) mengisi tausyiah pada program Serambi Spiritual, Kamis (6/5/201) dengan tema "Ramadhan Bulan Pendidikan Keluarga", program ini kerjasama antara Serambi FM dengan Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) 

"Anak akan mendidik sesuai apa yang dia ketahui, sebab itulah pentingnya ilmu dan pendidikan di dalam keluarga," katanya.

Baca juga: Ramadhan Merupakan Bulan Taubat

Baca juga: Ramadhan adalah Madrasah Ketaatan

Pentingnya Bekal Ilmu Agama Bagi Suami Istri

Sebelum menikah, bekal ilmu agama sangat penting bagi kedua orang tua untuk mendidik anak-anaknya kelak.

Setiap sepasang suami istri yang tidak memiliki pendidikan, khususnya pendidikan agama, maka tidak mungkin mereka akan melahirkan putra-putri yang tumbuh dan patuh kepada Allah dan Rasul.

Disebutkan, jika keluarga itu memiliki peran sebagai Madrasatul'ula atau madrasah utama bagi anak-anak terutama mengajarkan ilmu agama.

Begitu pula saat memasuki bulan Ramadhan, di bulan ini merupakan momen yang terbaik mengajarkan puasa kepada anak.

"Rumah tangga adalah institusi peratama bagi anak-anak. Kebaikan itu dari rumah, jika di rumah runyam maka anak-anak akan keluar, maka bulan puasa merupakan momen yang terbaik mengajarkan puasa," kata Tgk Muhammad AR.

Pentingnya Orang Tua Mengajarkan Syarat-syarat Berpuasa

Sebagai orang tua yang memiliki tanggung jawab penuh dengan pendidikan agama anak, maka ayah dan ibu sangat penting mengajarkan tentang puasa dan hal-hal yang dapat membatalkannya.

Termasuk, orang tua mengajarkan tentang syarat-syarat sah berpuasa seperti islam, baligh, berakal, dan mampu menjalankannya.

Puasa tak hanya sekedar menahan haus dan lapar, tapi lebih dari itu, bulan puasa menjadi momen lebih untuk mengajarkan anak betapa pentingnya menahan amarah, syahwat serta pemikiran buruk.

Terutama mengajarkan tentang tujuh hal yang harus dijaga saat berpuasa ialah hati, telinga, hidung, mulut, syahwat, kaki hingga tangan.

"Saat puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi ketujuh anggota badan kita harus berpuasa. Jika kita tak bisa puasa hati, telinga, hidung, mulut, syahwat, kaki dan tangan. Termasuk pemikiran dan hati jika kita tak bisa menahannya juga tidak bisa disebut dengan puasa," kata Tgk Muhammad AR.

"Kalau puasa untuk menahan makan dan minum, semua orang bisa lakukan. Tapi ketahuilah bahwa kita tidak mendapatkan apa-apa, kecuali lapar dan dahaga saja," lanjut Tgk Muhammad AR.

Baca juga: Malam Lailatul Qadar di 10 Hari Terakhir Ramadhan 2021, Itikaf dan Sholat Tahajud Dianjurkan

Baca juga: Spesial 10 Malam Terakhir Ramadhan, Berikut Daftar Masjid / Meunasah yang Melaksanakan Qiyamullail

Ibadah Puasa Merupakan Ibadah yang Hanya Diketahui Allah SWT Saja

Ajarkan kepada anak jika ibadah puasa merupakan ibadah yang hanya diketahui Allah SWT saja.

Puasa sangat berbeda dengan ibadah lainnya seperti ibadah shalat maupun ibadah haji.

Sambung Tgk Muhammad AR, dalam kedua ibadah ini, siapa saja bisa mengetahui shalat kita apakah sudah dilaksanakan atau belum, begitu pula dengan ibadah haji.

Ibadah haji dengan mudah ditampakkan, apalagi adanya kenduri untuk pergi dan menyambut kepulangan dari haji.

"Orang bisa saja menipu tidak berpuasa, atau gak shalat, kalau orang gak shalat nampak sekali kita lihat dia gak shalat, kalau bayar zakat pun kita tahu dari kampung-kampung atau kantor baitul Mal, begitupun dengan ibadah haji, karena orang sekarang akan adakan kenduri, begitu pula dengan ibadah lainnya," kata Tgk Muhammad AR.

Semantara itu, berbeda dengan ibadah puasa, puasa merupakan ibadah yang tak terlihat.

Berbeda dengan ibadah lainnya, saat berpuasa, kita hanyalah berpuasa kepada Allah tanpa satu orang pun yang tahu.

"Berbeda dengan puasa, tidak bisa kita deteksi, sebab seseorang itu dia tidak bisa menipu kecuali Allah. Dia bisa saja menipu di depan orang dengan pura-pura lemas. Tapi dengan Allah tidak bisa. Makanya orang yang berpuasa itu tidak perlu dinampakkan kepada orang, kita hanya perlu kepada Allah," tutupnya. (Serambinews.com/Firdha Ustin)

Baca juga berita lainnya

Baca juga: Daftar Lengkap Universitas Luar Negeri Tujuan Beasiswa LPDP 2021

Baca juga: Imbas Penyekatan Larangan Mudik, Pekerja Cikarang dan Karawang Kesulitan ke Kantor: Kita Kerja Woi

Baca juga: Polda Tunggu Hasil Audit BPKP dalam Kasus Sapi Saree

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved