Breaking News:

Kupi Beungoh

Kembalikan Orientasi dan Pelaksanaan Kurikulum Pendidikan Islam ke Khittahnya

Selama Islam itu masih Islam yang dibawa Rasulullah saw. dengan Alquran dan Sunnah sebagai pedoman hidup, maka itu pedoman kurikulum bagi muslim

Editor: Amirullah
IST
Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag, Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh. 

Yang di dalamnya terkandung segala hal yang dibutuhkan manusia, karena al-Quran dan As Sunnah, diturunkan untuk media komunikasi antara Allah (sebagai pencipta yang tau segala hal yang dibutuhkan dan baik bagi ciptaan Nya), dengan makhluk ciptaan Nya yang bernama manusia.

Baca juga: Anggota TNI Diadang KKB di Pegunungan Bintang Papua Saat Mobil Mogok, 4 Prajurit Tertembak di Kaki

Ketika membaca satu surat, satu ayat, maka isi yang ada dalam ayat/surat tersebut adalah surat perintah dari Allah kepada setiap muslim yang membacanya.

Maka, tugas orang tua, tugas guru menjadikan anak/anak didik pintar membaca al-Quran, dekat dan paham dengan al-Quran, sehingga bisa melaksanakan perintah perintah dalam al-Quran, Insya Allah, sehingga komunikasi dengan Allah berjalan dengan baik dan lancar.

Sampai anak-anak didik kita dan kita semua, dinyatakan lulus oleh Allah SWT dalam wisuda akbar di Padang Mahsyar, yang lulus masuk syurga, yang tidak lulus dilempar ke neraka (untuk batas waktu yang tidak terbatas, sangat mengerikan).

Berkaitan dengan kurikulum pendidikan seorang muslim, yang perlu dilakukan hanyalah penambahan mata pelajaran atau mata kuliah yang bertujuan untuk antisipasi perkembangan zaman dan mengasah skill atau ketrampilan.

Baca juga: Terbukti Terima Suap dari Djoko Tjandra, Begini Kabar Terbaru Jaksa Pinangki Setelah Vonis

Agar anak bisa survive dalam hidup, dan mampu menghadapi perubahan dan tantangan zaman.

Perlu perubahan pada stretegi metodologi, dan strategi pembelajaran, agar pembelajarannya mudah diterima oleh anak didik.

Tidak tepat jika kita mengubah kurikulum, karena kurikulum pendidikan bagi seorang muslim sama dengan kurikulum hidupnya, yaitu al-Quran dan Sunnah.

Yang perlu dilakukan oleh pengggiat pendidikan dan pembuat kebijakan pendidikan adalah menyesuaikan pelaksanaan kurikulum sesuai dengan tingkat umur dan perkembangan anak.

Pendidikan harusnya berjalan sesuai dengan orientasi manusia diciptakan yaitu pertama, orientasi mencari kebahagiaan akhirat, dan kedua orientasi mencari kebahagiaan dunia.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved