Minggu, 12 April 2026

Hari Kebangkitan Nasional

Film Tjoet Nja’ Dhien Diputar Kembali, Ibrahim Kadir: Menghibur dan Menyindir

Film ini memperlihatkan sosok Tjoet Nja’ Dhien saat memimpin pasukan gerilyawan melawan kolonialis Belanda setelah sang suami, Teuku Umar syahid.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Taufik Hidayat
hand over dokumen pribadi
Foto Penyair Gayo Ibrahim kadir dalam Film Tjoet Nja' Dhien 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Film Tjoet Nja’ Dhien  karya sutradara Eros Djarot diputar kembali di bioskop-bioskop Jakarta bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2021.

Film ini memperlihatkan sosok Tjoet Nja’ Dhien, Pahlawan Nasional, memimpin pasukan gerilyawan melawan Kolonialis Belanda setelah sang suami, Teuku Umar syahid.

Ada tokoh  unik dalam film ini. Tokoh ini fiktif. Seorang penyair yang memberi “api” melalui syairnya. Sosok Penyair  ini diperankan oleh penyair Gayo, Ibrahim Kadir. Ia juga pemeran utama film  “Puisi Tak Terkuburkan” karya sutradara Garin Nugroho.

Ibrahim Kadir lahir di Takengon, 1942.  Salah seorang penyair penting di Gayo. Ia juga seorang koreografer.  Almarhum penyair Sali Gobal memuji keberadaan Ibrahim sebagai generasi penerus cemerlang. Ibrahim Kadir menguasai dengan baik sastra tradisional Gayo, puisi didong, sebuku dan lain-lain. Karya-karya puisi Ibrahim sangat populer di tanah kelahirannya.

“Detu Beru, Inen Mayak Pukes, Gere Mukunah, Lut Tenelen,”  adalah karya-karya Ibrahim kadir yang sangat populer di masyarakat Gayo.

Ibrahim Kadir berpulang ke rahmatullah, Selasa (1/9/2020) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon. Sutradara Film Tjoet Njak Dhien Eros Djarot juga menyampaikan ucapan belasungkawa melalui Whatsapp yang diterima Ketua Ikatan Mahasiswa Pascasarjana (IMPAS) Aceh, Yunidar ZA.

Baca juga: Pusat Beri Kuota kepada Pemkab Bireuen Terima 400 P3K, Kuota CPNS belum Turun, Begini Penjelasannya

Baca juga: Kasus Pelecehan Marak Menimpa Anak di Nagan Raya, Begini Harapan Puspa

Baca juga: Cara Booking Tanggal Nikah di KUA Tanpa Perlu Ke Kantor, Gampang, Bisa Secara Online Lewat Laman Ini

Dalam Film Tjoet Nja’ Dhien, Ibrahim mendendangkan puisi didong dengan gayanya yang sangat khas. Ia menghibur pasukan dan menyindir tentang adanya penghianatan. Suatu ketika ia mendapat tugas mencari bahan makanan ke Gayo untuk kebutuhan pasukan.

Sang Penyair menyaksikan pembantaian di Benteng Kute Reh Tanah Alas oleh serdadu marsoses Van Daalen.

Suatu ketika dalam sebuah pertemuan di Jakarta,  Sutradara Eros Djarot menyebut Ibrahim Kadir sebagai sosok paling merdeka. Imajinasinya liar. Ekspresif, tak terbendung dan cenderung sulit diatur. Eros Djarot mengaku rugi lima “scene” saat pengambilan gambar “Tjoet Nja’ Dhien.”

“Dia memang begitu. Cenderung liar. Tapi tak masalah. Dia aset. Biarkan dia seperti itu,” kata Eros waktu itu. Kalau ke Jakarta, Ibrahim kadir selalu menyempatkan diri bertemu Eros Djarot dan kolega-koleganya yang lain.

Dalam film “Puisi Tak Terkuburkan,” karya Garin Nugroho Ibrahim Kadir meraih penghargaan internasional sebagai pemeran utama  terbaik di Singapura, Belanda  dan India.

Film “Puisi Tak Terkuburkan,” adalah kisah hidup Ibrahim Kadir yang ditahan tanpa proses pengadilan di tahun 1965.

Baca juga: Pertamina Turun ke Abdya Usut Dugaan Pungli Terhadap Calon Pengusaha Pangkalan, DPRK Beri Apresiasi

Baca juga: Komplotan Pencuri di Bener Meriah Sasar Lembu Dilepas Liar, Gunakan Tali Jerat untuk Menangkap Sapi

Baca juga: Dugaan Kasus Proyek Pengaman Pantai Cunda-Meuraksa, Jaksa Terima Hasil Audit BPKP

Ia ditahan di penjara Takengon bersama-sama dengan anggota masyarakat lain yang dituduh berhaluan komunis. Film itu mengisahkan situasi dan kondisi psikologis para tahanan menjelang hari kematian. Ibrahim Kadir dilepaskan, setelah aparat hukum mengaku telah salah tangkap.

Selama di penjara, Ibrahim Kadir menulis “puisi ratapan” yang ikut ditampilkan dalam film tersebut. “Itulah satu-satunya film berbahasa Gayo yang menggondol penghargaan internasional,” kata Ibrahim Kadir sambil terkekeh lepas ketika itu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved