Sabtu, 9 Mei 2026

Kajian Islam

Ustaz Abdul Somad Ditanya: Haruskan Makmum Membaca Al-Fatihah Lagi Setelah Imam Membacanya?

Lalu, bagaimana jikalau imam sudah membaca Al-Fatihah, haruskah makmum membacanya lagi? berikut penjelasan Ustaz Abdul Somad (UAS).

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Zaenal
Instagram @ustadzabdulsomad_official
Ustaz Abdul Somad Ditanya: Haruskan Makmum Membaca Al-Fatihah Lagi Setelah Imam Membacanya? 

SERAMBINEWS.COM – Ustaz Abdul Somad (UAS) ditanya oleh seorang jemaah mengenai bacaan Al-Fatihah di dalam Shalat.

Ketika seseorang menjadi makmum di dalam shalat dan Imam mengeraskan bacaan Al-fatihahnya

Haruskah makmum membacanya lagi setelah imam seselai membaca Al-Fatihah?

Membaca Fatihatul-Kitab atau Al-Fatihah merupakan hal yang wajib dilakukan ketika shalat.

Baik sendiri maupun berjamaah dengan jahr atau sirr.

Baca juga: Saat Mengerjakan Shalat Sunnah, Haruskah Berpindah dari Tempat Shalat Fardhu? Begini Penjelasan UAS

Baca juga: Jika Seseorang Meninggal Masih Punya Utang Puasa, Bagaimana? Ini Penjelasan UAS Soal Melunasinya

Hal itu sebagaimana Hadist Nabi SAW:

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَامِتِ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لاَ صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ [رَوَاهُ البُخَارِي]

Artinya: dari ‘Ubadah bin Shamit (diriwayatkan), Rasulullah saw bersabda, tidak sah shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul-Kitab (al-Fatihah) [HR Bukhari No. 723].

Imam Syafi’i dan sebagian ulama berpendapat bahwa bacaan Al-Fatihah wajib dilakukan pada setiap rakaat dalam shalat.

Lalu, bagaimana jikalau imam sudah membaca Al-Fatihah dengan suara yang dikeraskan, haruskah makmum membacanya lagi?

Menurut penjelasan Ustaz Abdul Somad atau UAS, membaca Al-Fatihah bagi makmum hukumnya ada tiga.

“Menurut Mahzab Hanafi, makmum tak perlu membaca. Karena bacaan imam sudah menjadi bacaan makmum” kata UAS.

“Yang kedua menurut Mahzab Syafi’i, makmum mesti membaca (Al-Fatihah),” terang UAS.

Baca juga: UAS Jelaskan Sepenggal Bacaan Agar Dijaga Allah dari Subuh Hingga Sore, Baca Seusai Subuh 10 Kali

Baca juga: Bagaimana Hukumnya Memajang Foto Ulama di Rumah? Berikut Penjelasan Buya Yahya

UAS menyampaikan, Mahzab Syafi’i ini menjelaskan bahwa Nabi SAW mengatakan shalat menjadi tidak sah jika tidak membaca Al-Fatihah.

“Mahzab yang ketiga Maliki, kata Mahzab Maliki ‘kalau imamnya baca (Al-Fatihah), makmumnya dengar, maka makmum tak perlu baca karena telinganya sudah mendengar,” terang UAS.

Sehingga, untuk memudahkan cara makmum mengingat mengenai bacaan Al-fatihah, sebagai berikut:

Mahzab Hanafi: “Mau dengar tak dengar, tak perlu baca. Karena imam sudah baca,” jelas UAS.

Mahzab Syafi’i: “Mau dengar tak dengar, wajib baca. Karena makmum ibadahnya tanggung jawab sendiri,” tambah UAS.

Mahzab Maliki: “Kalau shalatnya dengar, makmum tak perlu baca, tapi kalau shalatnya sir (Ashar dan Zuhur) makmum mesti baca,” ungkap UAS.

Baca juga: Merasa Risih Mertua Tinggal di Rumah Kita, Pertanda Ada Penyakit Hati, Simak Penjelasan Buya Yahya

Baca juga: Barakallahu Fii Umrik dan Ucapan Selamat Ulang Tahun Bahasa lainnya,Ini Penjelasan Hukumnya dari UAS

Lantas, Ustadz Abdul Somad lebih condong menggunakan Mahzab yang mana?

“Saya condong ke Mahzab Syafi’i. Maka kalau saya jadi makmum, saya tetap baca Al-Fatihah,” kata UAS.

Tapi, kata UAS, dirinya tak menyalahkan kalau ada orang yang condong menggunakan Mahzab Hanafi atau Mahzab Maliki.

Penjelasan UAS tersebut dikutip dari tayangan video Youtube Fodamara TV.

Berikut Bacaan Al-Fatihah:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ - ١ 

bismillāhir-raḥmānir-raḥīm 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ - ٢ 

al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn 

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ - ٣ 

ar-raḥmānir-raḥīm

 مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ – ٤

māliki yaumid-dīn 

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ - ٥ 

iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn 

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ - ٦ 

ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm

 صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ - ٧ 

ṣirāṭallażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍụbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn 

(Serambinews.com/Agus Ramadhan)

BACA KAJIAN ISLAM LAINNYA

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS 

Baca Juga Lainnya:

Baca juga: Satpol PP dan WH Aceh Selatan Optimalisasi Pengawasan Syariat Islam di Komplek RTH Tapaktuan

Baca juga: Pria Karo Sumut Ucap Syahadat di Masjid Al-Qurban Pidie, Begini Ceritanya Hingga Ia Masuk Islam

Baca juga: Musuh Islam Bukan Hanya Israel

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved