Breaking News:

Berita Politik

Banggar DPRA Sorot Penggunaan Dana Refocusing Covid-19 dan Otsus 2020 

Rapat yang berlangsung di ruang serba guna DPRA dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRA, Hendra Budian. 

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Saifullah
HUMAS DPRA
Pimpinan dan anggota Banggar DPRA mengikuti rapat bersama TAPA di ruang serba guna DPRA, Senin (26/7/2021). 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Anggaran (Banggar) DPRA kembali menggelar rapat lanjutan dengan agenda pembahasan Rancangan Qanun Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBA 2020 dengan Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), Senin (26/7/2021). 

Rapat tersebut juga diikuti oleh tiga Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) secara bersamaan, yaitu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Dinas Perpustakaan dan Arsip. 

Rapat yang berlangsung di ruang serba guna DPRA dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRA, Hendra Budian. 

Dalam rapat itu, anggota Banggar menyorot penggunaan APBA 2020, khususnya dana otonomi khusus (otsus) Aceh yang dinilai penggunaannya masih jauh dari harapan rakyat Aceh.

Anggota Banggar dari Fraksi PPP, Murhaban Makam bahkan sampai menyatakan penggunaan anggaran tahun 2020, terkesan dipaksakan sehingga kejar tayang dalam penggunaannya. 

“Kami perlu penjelasan terkait realisasi APBA 2020, terkait dana refocusing dan penggunaan dana otsus yang kami temukan tidak sesuai peruntukan," ujar Murhaban dalam rapat tersebut.

Baca juga: Rp 275 Miliar Lebih Anggaran 2020 tak Terealisasi, Banggar DPRA Minta Penjelasan Dinas PUPR Aceh

Baca juga: DPRA Akui Dana Pokirnya Hanya Rp 1,8 Triliun, Hasil Rapat Banggar dengan TAPA

Baca juga: Banggar Sampaikan Saran dan Pendapat terkait R-APBK Banda Aceh 2021, SKPK Diminta Kejar Target

Ia menyatakan, ada beberapa catatan Banggar DPRA terhadap APBA 2020, salah satunya hampir semua dinas melakukan pengadaan mobil saat itu, tepatnya di tengah meluasnya wabah Covid -19 di Aceh. 

"Kami ingin tanyakan, pengadaan mobil dinas itu untuk siapa, dan sekarang di mana, sedangkan saat itu perekonomian masyarakat Aceh sedang terpuruk,” tukasnya.

“Saat ini saya sampaikan kepada pimpinan DPRA untuk pembahasan RAPBA 2022, kita coret semua jika ada pengadaan mobil lagi,” kata Murhaban. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved