Breaking News:

Opini

15 Agustus, Hari Damai, Bintang Bulan dan Janji Dahlan

Sayangnya, beliau tidak berani mengibarkannya dengan berbagai alasan yang menurut kami sangat mengecewakan.

Editor: Faisal Zamzami
For Serambinews.com
Rizki Ardial Koordinator Lingkar Publik Strategis 

Oleh: Rizki Ardial

SERAMBINEWS.COM - Tanggal 15 Agustus 2021 sudah lewat sehari. Tak terasa, 16 tahun sudah perdamaian Aceh terwujud, yang disepakati melalui perjanjian damai MoU Helsinki.

Sampai saat ini, cukup banyak sudah kemajuan yang dicapai, meski belum semua butir-butir MoU telah direalisasikan.

Salah satunya yang masih terganjal adalah masalah Bendera Bintang Bulan. Masalah yang tak pernah selesai dari tahun ke tahun.

Terkait masalah bendera ini, ada satu pengalaman menarik yang saya alami bersama kawan-kawan mahasiswa 2 tahun lalu, di peringatan ke-14 Hari Damai Aceh.

Saat itu saya masih menjabat sebagai Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry, Banda Aceh.

Saat itu kami menggelar aksi di depan Gedung DPRA. Kami menyerahkan bendera Bintang Bulan kepada Ketua DPRA saat itu, Sulaiman SE, agar dikibarkan di depan gedung dewan.

Sayangnya, beliau tidak berani mengibarkannya dengan berbagai alasan yang menurut kami sangat mengecewakan.

Akhirnya aksi tersebut tidak berjalan dengan semestinya, dan berakhir chaos.

Atas insiden itu, saya dan beberapa kawan mahasiswa lainnya bahkan diamankan oleh pihak Polresta Banda Aceh.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved