Breaking News:

Kajian Islam

Pembagian Umat Menjadi Dua Golongan, Umat Risalah dan Umat Dakwah, Berikut Penjelasan di Masjid HKL

Penjelasan ini disampaikan oleh khatib khutbah di Masjid Haji Keuchik Leumiek Banda Aceh, Khatib Tgk H Muhammad Yus, Jumat (20/8/2021).

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM/SYAMSUL AZMAN
Khatib di Masjid Haji Keuchik Leumiek (HKL) Banda Aceh, Jumat (20/8/2021) 

Mereka yang tergolong dalam umat dakwah adalah orang-orang yang cenderung sering melakukan pelanggaran dalam Islam, melawan perintah Allah SWT dan melakukan tindakan tidak semestinya.

Mereka sering menyebut saudara seiman dengan sebutan “kafir” dan bersahabat baik dengan yahudi.

“Umat dakwah adalah objek yang didakwahkan, seperti orang munafik dan seterusnya, karakter orang munafik mereka berkata kepada saudaranya kafir, orang munafik cenderung berkata kafir saudaranya yahudi,” ucap khatib.

Baca juga: Khutbah Jumat Terakhir Ramadhan 1442 di Masjid Haji Keuchik Leumiek: Tiga Tanda Sukses Puasa

Umat Risalah

Umat risalah adalah umat yang mengikuti yang diajarkan Rasulullah dan mengamalkan yang diperintahkan.

Segala aktivitas yang dilakukan oleh umat risalah hanya untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT. Lebih mengerucut, umat risalah kembali dibagi menjadi tiga golongan, yakni golongan Muhajirin, golongan Anshar dan golongan pengikut atau umat Muslim saat ini.

Golongan risalah ini mengabdikan diri untuk beribadah kepada Allah SWT, segala tindakannya hanya untuk mendapatkan kecintaan Allah SWT.

Iman mereka kuat, sebagaimana pada masa Rasulullah orang Madinah amat mencintai orang Mekkah karena seiman.

“Umat risalah semata-mata mencari keridhaan Allah, apapun aktivitas mencari ridha Allah. Sebagaimana orang Madinah sangat mencintai orang Mekkah, Karena iman sama, mereka mencintai saudara seiman. Bahkan mereka mengutamakan orang lain daripada diri mereka sendiri,” terang khatib.

“Ketiga adalah orang yang datang setelah mereka adalah kita, pengikut, Allah memberikan gambaran bahwa karakter kita selalu mohon ampun kepada Allah. Kedua kita mendoakan orang-orang terdahulu yang sebelumnya telah beriman. Karakter ketiga, meminta dibersihkan dari sikap dengki, Karakter keempat selalu mengemis atau meminta pertolongan kepada Allah,” khatib merincikan. (Serambinews.com/Syamsul Azman)

Baca juga: BERITA POPULER - Hari Terakhir Prof Farid Wajdi, Putra Aceh Kerja di Facebook, Duel Maut di Singkil

Baca juga: BERITA POPULER Prof Syamsul Rijal jadi Staf Menteri sampai Aceh dapat Internet Gratis

Baca juga: BERITA POPULER - TV Digital, Ibu Pantau Aktivitas Ranjang Pengantin hingga Body Shaming Nurul Akmal

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved