Breaking News:

Kajian Islam

Cara Duduk Makmum yang Masbuk saat Imam Tasyahud Akhir, Iftirasy atau Tawarruk? Ini Penjelasan UAS

Dalam tulisan singkatnya itu, menurut kitab Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyah, UAS menyebut ada tiga pendapat soal posisi atau cara duduk makmum masbuk ketika

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Safriadi Syahbuddin
Youtube Ustadz Abdul Somad Official
Cara Duduk Makmum Masbuk Saat Imam Tasyahud Akhir, Iftirasy atau Tawarruk? Ini Penjelasan UAS. 

Pembahasan itu dijelaskan oleh dai yang akrab disapa UAS ini melalui sebuah tulisan yang dipublis di laman blognya, somadmorocco.blogspot.com pada Mei 2013 silam.

Dalam tulisan singkatnya itu, menurut kitab Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyah, UAS menyebut ada tiga pendapat soal posisi atau cara duduk makmum masbuk ketika imam duduk tasyahud akhir dalam mazhab Syafi'i.

"Pertanyaan:
Jika saya masbuq, ketika imam duduk tasyahud akhir, apakah saya duduk dengan cara iftirasy atau tawarruk?"

"Mazhab Syafi’i berpendapat: apabila orang yang masbuq duduk bersama imam di akhir shalat imam, maka dalam masalah ini ada beberapa pendapat," tulis UAS seperti dikutip dalam artikelnya berjudul Duduk IFTIRASY atau TAWARRUK di laman blog UAS, somadmorocco.blogspot.com, Minggu (22/8/2021).

Pendapat pertama, jelas UAS, menyebutkan bahwa orang yang masbuk dalam kasus demikian, posisi duduknya ialah dengan cara Iftirasy atau duduk untuk tasyahud awal.

Baca juga: Suami Istri Adalah Muhrim, Apakah Batal Wudhunya Jika Bersentuhan Kulit? Simak Kata UAS & Buya Yahya

Baca juga: Bagaimana Hukum Shalat Dua Rakaat Berdiri dan Dua Rakaat Duduk? Simak Ulasan Buya Yahya

Menurut UAS, pendapat tersebut merupakan pendapat shahih yang tertulis dalam sebuah kitab karangan Imam Syafi'i.

Sementara alasan mengapa posisi duduk makmum masbuk secara Iftirasy ketika imam duduk tasyahud akhir dalam pendapat pertama ini, disebutkan UAS karena orang yang masbuk tersebut tidak berada di akhir shalatnya.

"Pendapat ash-Shahih yang tertulis secara teks dalam kitab al-Umm (Karya Imam Syafi’i), ini juga pendapat Abu Hamid, al-Bandaniji, al-Qadhi Abu Thayyib dan al-Ghazali: orang yang masbuq itu duduk Iftirasy (duduk tasyahud awal), karena orang yang masbuq itu tidak berada di akhir shalatnya," tulis UAS.

Lalu pendapat kedua yang dipaparkan UAS yaitu pendapat yang diriwayatkan oleh Imam al-Haramain dan Imam ar-Rafi’i.

Kedua ulama fikih ini berpendapat bahwa, ketika imam duduk tasyahud akhir, maka posisi duduk makmum yang masbuk ialah mengikuti cara duduk imam.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved