Opini
Hikayat Air Kota Gemilang
aya terpaksa memulai warkah ini dengan analogi tersebut karena setiap bicara kritikan terhadap pemimpin, terutama Pemerintah Kota Banda Aceh
Sebagai master of janji, tentu saja Aminullah tidak berhenti dengan kritikan Meuseuraya tersebut. Malah, Aminullah terus menerus mengulang janjinya.
Aminullah berjanji persoalan air bersih akan tuntas di akhir tahun 2019. Karena sudah memasuki akhir tahun 2019, masih banyak keluhan warga terkait air bersih, Aminullah menggeser janjinya akan menuntaskan persoalan air bersih pada awal tahun 2020. Pada 23 Februari 2020, Aminullah pun mengklaim bahwa PDAM Tirta Daroy sudah hampir menjangkau 100 persen wilayah Kota Banda Aceh. Statemen itu ia ucapkan tepat pada hari ulang tahun ke-45 PDAM TD.
Agaknya Aminullah tidak tahu persis keluhan warga Kota Banda Aceh terkait air bersih. Ia hanya menerima laporan manis dari manajemen PDAM TD bahwa tidak ada lagi warga yang mengeluh, bahwa persoalan air bersih sudah tuntas di Banda Aceh. Aminullah lupa membuka atau memang sengaja melupakan diri untuk membuka akun media sosial PDAM TD, baik IG maupun Twitter.
Padahal, di sana setiap hari ada keluhaan warga kota yang tidak dapat air bersih. Keluhaan warga kota terkait air bersih memang sudah berkurang, karena sebagian warga sudah apatis dan sangat yakin bahwa Aminullah tidak mampu menepati janjinya. Maka, sebagian warga sudah mencari alternatif lain, salah satunya dengan menggali sumur bor.
Harus diingat, sumur bor pribadi milik warga bukanlah solusi pemerintah kota. Sumur bor itu boleh dikatakan sebagai hilangnya harapan warga. Artinya, Aminullah gagal memberikan pelayanan air bersih bagi Kota Gemilang.
Perlu diingat pula bahwa tidak semua wilayah Kota Banda Aceh bagus kondisi air sumurnya. Pascastunami, beberapa wilayah Kota Banda Aceh mengalami keretakan perut bumi sehingga kondisi air di bawahnya tidak bersih.
Selain itu, beberapa wilayah kota Banda Aceh adalah rawa dan hutan gambut dulunya sehingga kondisi air di bawah tanah tetap tidak bisa diharapkan sangat.
Meskipun warga sudah menggali sumur bor hingga puluhan meter, tetap saja air yang mereka dapatkan keruh dan bau. Hanya beberapa lokasi yang bagus kondisi air sumurnya.
Aminullah sebaiknya menuntaskan janji soal air bersih ini sebelum berakhir masa jabatan. Jangan sampai seperti kata Khalil Gibran, banyak warga menyambut pemimpinnya dengan terompet kemenangan, melepasnya dengan cacian. Bangunlah, Pak Amin, periode kedua tidak lama lagi!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/herman-rn-dosen-universitas-syiah-kuala-b.jpg)