Selasa, 14 April 2026

Berita Duka

Innalillahi, Warga Aceh Meninggal Dunia Terperosok ke Mesin Pemecah Batu Gunung di Malaysia

Ketua SUBA menceritakan, kejadiaan naas itu terjadi saat Sa’dan sedang membersikan bebatuan di dekat mesin pemecah batu.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Safriadi Syahbuddin
For Serambinews.com
Sa’dan Bin Muhammad (36), warga asal Paya Gajah, Peureulak, Aceh Timur. 

Almarhum Sa’dan meninggalkan seorang istri dan dua anak yang berusia 13 tahun dan 10 tahun.

SERAMBINEWS.COM - Innalillahi wainnailaihi rajiun. Kabar duka datang dari negeri jiran Malaysia.

Seorang warga Aceh Timur dilaporkan meninggal dunia setelah terperosok ke mesin pemecah batu gunung.

Peristiwa itu terjadi di sebuah pabrik pemecah batu gunung di Areng 5, Gua Musang, Kelantan, Malaysia.

Informasi tersebut disampaikan Ketua Sosialisasi Ummah Bansigoem Acheh (SUBA) Tgk Bukhari Ibrahim kepada Serambinews.com melalui WhatsApp, Jumat (24/9/2021) siang. 

Bukhari mengatakan, korban bernama Sa’dan Bin Muhammad (36), merupakan warga asal Paya Gajah, Peureulak, Aceh Timur.

Baca juga: Alhamdulillah, Malaysia Terus Membaik, Datuk Hishammuddin Bilang Akan Ada Cahaya di Ujung Terowongan

Baca juga: Pemerintah Malaysia ‘Sapu Bersih’ Komunitas LGBT, Kirim Ribuan Warganya ke Pusat Rehabilitasi

Baca juga: Suami Cari Nafkah di Malaysia, Wanita asal Pidie Rayakan Ultah Mantan Pacar Dalam Hotel di Peunayong

Almarhum diketahui sudah merantau ke Malaysia sejak 3,5 tahun yang lalu.

Ketua SUBA menceritakan, kejadiaan naas itu terjadi saat Sa’dan sedang membersikan bebatuan di dekat mesin pemecah batu.

Namun, kakinya terperosok dan tersangkut di mesin tersebut. Mengakibatkan tubuhnya terbawa ke dalam mesin.

Sa’dan kemudian ditemukan meninggal dunia dan jenazahnya langsung di bawa ke rumah sakit.

Bukhari menambahkan, pemulasaran jenazah hingga pemakaman dibantu oleh Hamidi, perwakilan Persatuan Acheh Kelantan.

“Almarhum telah dimakamkan di tanah perkuburan Kampung Keriting, Gua Musang, Kelantan pukul 11.00 (waktu setempat). Semuanya dari kepolisian, rumah sakit hingga pemakaman dibantu oleh Hamidi,” kata Bukahri.

Baca juga: Ini Perbedaan Cara Penyusunan Kalender Hijriah antara Kemenag Indonesia dengan Malaysia 

Baca juga: Senator Fachrul Razi Minta Menteri Kominfo Blokir Situs Judi Online and Chip Higg Domino di Aceh

Baca juga: Aminullah Terima Award Indonesia Visionary Leader SINDOnews 2021

Kepergian almarhum meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga.

Almarhum Sa’dan meninggalkan seorang istri dan dua anak yang berusia 13 tahun dan 10 tahun.

Istri dan kedua anaknya saat ini berada di Aceh Timur. Almarhun merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved