Breaking News:

Opini

Aceh Daerah Syariat Islam, Tapi Korupsi Merajalela, Dimana Salahnya?

KPK menjadi satu-satunya lembaga dambaan rakyat Aceh untuk mengembalikan Aceh ke jalur yang sebenarnya, setelah diobrak-abrik para pejabat

Editor: Amirullah
ist
Miftahul Jannah Adnan, Mahasiswa Prodi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh 

Oleh: Miftahul Jannah Adnan

Kondisi bumi Aceh saat ini benar-benar memperihatinkan. Aceh tertinggal hampir dalam semua aspek kehidupan, mulai kesejahteraan, pendidikan hingga good and clean government (pemerintahan yang baik dan bersih dari korupsi).

Menurut data yang dirilis oleh BPS RI, angka kemiskinan di Provinsi Aceh sangat tinggi, menempati juara I di Pulau Sumatera dan juara harapan III dari 34 provinsi di Indonesia.

Demikian juga dalam aspek mutu pendidikan sebagaimana disampaikan Rektor USK Prof Samsul Rizal (Serambi Indonesia, 26 Juni 2021).

Yang paling menyayat hati adalah maraknya dugaan skandal korupsi di Bumi Warisan Sultan Iskandar Muda.

Baru-baru ini, sebagaimana diberitakan Harian Serambi Indonesia (edisi 28-31 Oktober 2021), KPK datang dan memeriksa sejumlah pejabat Aceh atas dugaan penyelewengan dana rakyat dalam APBA.

Maraknya korupsi di Aceh yang mana sejumlah pejabat dan anggota DPRA sudah diperiksa KPK dalam minggu ini, dalam dugaan skandal pengadaan Kapal Aceh Hebat, dana appendiks, dan proyek jalan multy years yang nilainya triliunan rupiah.

Baca juga: Bolehkah Seorang Janda Terima Nafkah dari Suami Orang Lain, Ini Penjelasan Buya Yahya

Kepala Dinas Perhubungan, mantan Kepala Dinas Keuangan Daerah, Kepala Badan Investasi dan Promosi hingga sejumlah pejabat Bappeda Aceh digilir satu persatu diperiksa oleh KPK.

Sebelumnya Sekda Aceh juga sudah diperiksa. Mereka adalah bagian dari lembaga eksekutif di Aceh yang dipimpin Gubernur Haji Nova Iriansyah.

Sementara anggota DPRA yang merupakan bagian dari lembaga legislatif juga diperiksa. Artinya dua unsur penyelenggara pemerintahan di Aceh (eksekutif dan legislatif) berada dalam masalah, dan kita patut merasa prihatin.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved