Kupi Beungoh
ISLAM; Menjaga Harmonisnya Kehidupan
HARMONISNYA KEHIDUPAN, ketika sendi-sendi kehidupan berjalan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.
Ada 2 cara menjaga agama, yaitu:
Pertama, Dakwah Bil Lisan.
Dakwah adalah MENGAJAK Bukan MENGEJEK, MENYERU Bukan MENYURUH"
Dakwah bil lisan adalah "MENGAJAK atau MENYERU seseorang untuk ta'at kepada Allah SWT, Mengajak seseorang kepada kebaikan dan kebenaran.
Seperti disebutkan dalam ayat berikut ini:
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang mengajak kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Merekalah orang-orang beruntung" (QS Ali Imran: 104).
Di hadis disebutkan:
“... sampaikan dariku meski satu ayat." (Shahih Al Bukhari)
Dakwah harus dilakukan oleh semua muslim dan muslimah, tidak hanya oleh ustadz atau tengku-tengku di pesantren, dakwah itu kewajiban setiap muslim.
Sebagai contoh, kita orang tua, guru atau pendidik, mengajak atau menyerukan kepada anak anak kita, murid kita, untuk shalat, "Ayo kita shalat, ayo ayo, anak-anak semua ayo kita shalat." Lalu berbersama- bersama, kita melaksanakan shalat dengan mereka setiap hari, sampai anak-anak terbiasa melaksanakan shalat secara rutin.
Setelah selesai shalat bersama, lanjut kita sampaikan keutamaan keutamaan shalat itu sendiri, sehingga anak-anak mencintai shalat, dan menjaga shalatnya tanpa perlu di suruh suruh lagi.
Beda dengan menyuruh, anak kita suruh shalat sementara kita duduk di kantin sekolah, ngopi atau merokok, atau dikantor ngobrol dengan kawan kawan, atau nonton film bagi ibu-ibu, yang bapak-bapak main hp (handphone), sementara itu anak kita suruh pergi shalat.
Jika seperti ini caranya tidak heran yang terjadi kemudian adalah, di depan kita anak-anak shalat karena takut sama kita, ketika dibelakang kita, shalat tidak lagi dikerjakan, karena tidak ada yang ia takuti.
Contoh lain, seperti yang disampaikan oleh salah seorang murid di sekolah, ketika guru bertanya, apakah tadi ananda ada shalat subuh, di jawab oleh salah seorang murid, orang tua saya tidak shalat, jadi saya tidak shalat juga.
Dengan demikian MENYERU dan MENGAJAK dalam DAKWAH itu, dengan perilaku dalam bentuk contoh teladan, dan dalam bentuk lisan, ajakan untuk sama-sama melaksanakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ainal-mardhiah11.jpg)