Jumat, 24 April 2026

Kupi Beungoh

ISLAM;  Menjaga Harmonisnya Kehidupan

HARMONISNYA KEHIDUPAN, ketika sendi-sendi kehidupan berjalan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

Editor: Amirullah
ist
Ainal Mardhiah, S.Ag. M.Ag adalah Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh. 

Kedua, Dakwah Bil Hal

Setiap muslim memberi contoh yang baik, sesuai ajaran Islam.  Sehingga orang yang bukan muslim,  dapat belajar,  dapat  melihat indahnya Islam dari akhlak atau perilaku setiap muslim yang dijumpainya.

Baca juga: KITA ADALAH UMAT YANG SATU; Adakah Alasan Penting, Sehingga Kita Berpecah Belah

2. Islam Menjaga Keturunan

Caranya dapat kita lihat dari ayat dan Hadis berikut ini yaitu:

Pertama, Islam memerintahkan kepada kita untuk menahan pandangan kita, terhadap sesuatu yang dikhawatirkan menimbulkan akibat yang buruk, seperti zina, atau yang mendekati zina.

Seperti disebutkan dalam ayat berikut ini:

”Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’” (QS. An-Nur [24] : 30).

Menundukkan pandangan mata merupakan dasar dan sarana untuk menjaga diri dan menjaga kemaluan.

Kedua, Jangan Mendekati Zina

 "Dan janganlah  kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra: 32).

Rasulullah SAW, mengingatkan tentang hal-hal atau jalan yang dapat sampai kepada perzinaan, dalam hadis berikut ini:

”Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri anak keturunan Adam bagiannya dari zina. Dia mengetahui yang demikian tanpa di pungkiri, mata bisa berzina, dan zinanya adalah pandangan (yang diharamkan), Zina kedua telinga adalah mendengar (yang diharamkan). Lidah (lisan) bisa berzina, dan zinanya adalah perkataan (yang diharamkan). Tangan bisa berzina, dan zinanya adalah memegang (yang diharamkan). Kaki bisa berzina, dan zinanya adalah ayunan langkah (ke tempat yang haram). Hati itu bisa berkeinginan dan berangan-angan. Sedangkan kemaluan membenarkan yang demikian itu atau mendustakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketiga, Dilarang Berduaan dengan Yang Bukan Muhrim.

"Janganlah salah seorang di antara kalian berkhalwat (berdua-duaan) dengan seorang wanita karena sesungguhnya setan menjadi orang ketiga di antara mereka berdua." (HR. Ahmad).

Berduaan, bisa di makna dengan duduk berdua didunia nyata, laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim ditempat yang sepi tanpa ada orang lain bersamanya.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved