Rabu, 20 Mei 2026

Jurnalisme Warga

Dari Serambi Mekkah ke Serambi Madinah

Kakanwil BPN Provinsi Gorontalo, Wartomo, menjelaskan bahwa puasa Senin-Kamis sudah membudaya di sini, sehingga ada acara buka puasa bersama

Tayang:
Editor: bakri
For Serambinews.com
Dr. M ADLI ABDULLAH, S. H. , MCL., Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala dan Staf Khusus Menteri ATR/BPN RI, melaporkan dari Gorontalo 

Tapi ya, itulah faktanya.

Dalam rangka pemberantasan kemiskinan, Pemerintah Provinsi Gorontalo berkomitmen membangun ekonomi kerakyatan berbasis padat karya, dengan menetapkan komoditas pertanian unggulan berupa pengembangan jagung dan kelapa, serta membuka diri bagi masuknya investasi swasta di bidang pertanian sembari membangun kemitraan dengan petani jagung.

Jagung merupakan salah satu komoditas unggulan masyarakat Gorontalo.

Jagung menjadi sumber penghasilan utama masyarakat di sini.

Semacam padi kalau di Aceh.

Akibatnya, perkembangan komoditas jagung di provinsi ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

Produksi jagung sebelum tahun 2019 hanya 605.781 ton, tapi saat ini telah mencapai 1,8 juta ton atau meningkat di kisaran angka 300 persen.

Baca juga: Mendagri Perintahkan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di Tujuh Provinsi

Baca juga: OKI Serukan Pemerintah di Seluruh Dunia Lindungi Gadis Muda dari Jurang Kemiskinan

Untuk menjaga harga tetap stabil dan tidak dimainkan oleh para tengkulak, pemerintah memberikan karpet merah kepada investor seperti PT Segar Pangan Sejahtera (Triputra Group) untuk menampung hasil panen jagung rakyat dengan harga yang lebih baik dari harga yang sebelumnya dirasakan oleh petani.

Sebelumnya harga jagung Rp2.900/kg, tapi sekarang menjadi Rp4.800/kg, bahkan sampai dengan Rp5.300/kg.

Kunjungan saya kali ini ke Gorontalo membuat saya kagum terhadap komitmen dan keseriusan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk menyejahterakan rakyatnya.

Mungkin ini bisa ditiru oleh kita di Aceh, tapi kita harus punya road map (peta jalan) pengentasan kemiskinan di Aceh dengan pendekatan ekonomi kerakyatan berbasis komoditas unggulan yang sudah menjadi mata pencaharian rutin masyarakat, seperti bertanam padi dan kopi.

Kita sungguh sedih setiap musim panen padi tiba, harga jual padi terus turun, sedangkan harga pupuk tidak pernah turun.

Hal ini disebabkan harga komoditas yang menjadi hajat hidup orang banyak ini diserahkan kepada mekanisme pasar.

Kita bisa belajar pada Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam menstabilkan harga jagung.

Komitmen dan keseriusan pemerintahnya walau anggaran APBD Gorontalo hanya Rp1,9 triliun atau setengah dari SiLPA Aceh tahun 2021, yaitu Rp3,96 triliun.

Baca juga: Bupati Gorontalo, Keluarga, dan Staf Ikuti Suluk di Dayah Darul Ihsan Labuhan Haji Aceh Selatan 

Baca juga: Rumah Bantuan Disulap Jadi Objek Wisata, Ini Dia Trik Warga Gorontalo

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved