Rohingya Didaratkan di Pelabuhan Krueng Geukueh, Mahfud Tegaskan Pemerintah Hanya Tampung Sementara
Penyebabnya, Indonesia hingga saat ini bukan termasuk ke dalam daftar negara yang turut meratifikasi konvensi pengungsi.
Namun, belum diketahui jumlah persis pengungsi Rohingya yang ada di atas kapal itu.
"Jumlah pasti dari pengungsi tersebut baru akan diketahui setelah pendataan lebih lanjut. Kapal pengungsi saat ini sedang berada sekitar 50 mil laut lepas Pantai Bireuen dan akan ditarik ke daratan," ujar dia.
Armed yang juga Ketua Satgas Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri Kemenko Polhukam itu mengatakan, pemerintah segera melakukan koordinasi dan penanganan pengungsi sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri.
Ia mengatakan, mengingat situasi pandemi Covid-19 saat ini, para pengungsi juga akan menjalani penapisan (screening) kesehatan.
"Mengingat situasi pandemi, keseluruhan pengungsi akan menjalani screening kesehatan untuk selanjutnya akan dilakukan pendataan dan pelaksanaan protokol kesehatan bagi para pengungsi," kata dia.
Selanjutnya, Satgas Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri Kemenko Polhukam akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan pemangku kepentingan terkait lainnya agar pengungsi mendapatkan penampungan, logistik dan akses kesehatan.
Mengutip Kompas.id, sebelumnya sebuah kapal yang mengangkut warga etnis Rohingya dilaporkan berada di perairan Indonesia, tepatnya di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.
Sekretaris Panglima Laot Aceh/Lembaga Adat Nelayan Miftah Cut Adek, Selasa (28/12/2021), menuturkan, kapal Rohingya masih berada di perairan Aceh.
Kapal itu mengangkut puluhan orang yang terdiri dari laki-laki dewasa, perempuan, dan anak-anak.
”Kapalnya masih di laut. Nelayan kita sudah membantu logistik,” ujar Miftah.
Ia mengatakan, keberadaan kapal Rohingya itu awalnya dilihat oleh nelayan Bireuen.
Posisi kapal itu diperkirakan 67 mil (124 km) dari pantai.
Saat kapal nelayan mendekat, para pengungsi Rohingya memberikan isyarat minta bantuan.
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Aceh Komisaris Besar Winardy mengatakan, tujuan pengungsi Rohingya berlayar ke Malaysia, tetapi karena kehabisan bahan bakar, kapal terombang-ambing ke perairan Aceh.
Winardy mengatakan, Polda Aceh, Pemkab Bireuen, dan Pangkalan TNI AL Lhokseumawe membantu pangan, sandang, obat-obatan, dan bahan bakar. Bantuan itu diantar pada Selasa sore.
Baca juga: Ramai Diperbincangkan, Ini Daya Tarik Metaverse yang Bikin Banyak Orang Rela Investasi Besar-besaran
Baca juga: Polresta Banda Aceh Rilis Pengungkapan Kasus Sepanjang Tahun 2021
Baca juga: Razman Nasution Marah Dengar Ucapan Richard Lee hingga Ancam Somasi : Bahasamu yang Santun!
Kompas.com: Mahfud Tegaskan Pemerintah Hanya Tampung Sementara Pengungsi Rohingya