Jurnalisme Warga
Menikmati Aneka Kuliner di Taman Nan Asri, Paopia Garden
Pengunjung dapat menikmati menu kesukaannya di beberapa tempat, baik itu tempat terbuka maupun tertutup
Menurut Bu Dewi, pelukisnya tenaga ahli khusus, tapi pekerjaan utamanya di kapal.
Dia hanya punya waktu untuk melukis di Paopia Garden saat tidak berlayar.
“Saat itulah dia melukis sesuai dengan intuisinya dan masukan dari kami,” ujar Bu Dewi.
Untuk desain tempat dan tata ruang Teuku Muzislah yang pegang kendali, meski beliau bukan insinyur arsitek, tetapi hasil karyanya patut diacungi jempol.
Penataan ruang ‘outdoor’ dengan konsep yang menarik menjadi ciri khas kafe ini.
Tempat bersantai bukan hanya di bawah pohon-pohon yang rindang tetapi tersedia juga pondok terbuka berlantai dua yang terbuat dari kayu.
Dari atasnya kita dapat menikmati hijaunya taman yang asri.
Menurut seorang pengunjung yang saya tanyai, lebih indah apabila kita duduk di malam hari, kesannya sangat istimewa.
Baca juga: Sore di Sabang Fair, Lokasi Anak Bermain Sekaligus Tempat Menikmati Kuliner
Baca juga: Halua Bluek, Kuliner Pidie yang Mirip Dodol
Restoran dan kafe yang bercorak alam ini sangat memanjakan tamu-tamunya.
Pelayanan yang ramah, sopan, dan berseragam menjadi daya tarik tersendiri.
Warna hijau adalah warna dominan yang menghiasi tempat ngopi dan makan yang nyaman ini.
Beberapa perusahaan dan instansi pemerintah sering menggunakan ruang pertemuan di kafe dan resto ini untuk meeting.
Hal yang unik, di kafe ini tidak ada alat pendingin ruangan atau AC karena semuanya terbuka, sehingga angin dengan leluasa masuk ke tempat-tempat yang tersedia di sini.
Saya tertarik mengunjungi lapangan golf mini.
Menurut pemiliknnya, awal dibuka lapangan ini lengkap peralatannya, sehingga anak-anak sangat senang bermain dan membawa pulang bola golf.
Tempat ini bukan hanya tempat menikmati kuliner yang aneka rasa, tetapi juga tempat memanjakan mata sambil menikmati taman yang asri sejuk, segar, dan nyaman.
Para wisatawan lokal, nasional, dan internasional juga diizinkan untuk mengunjungi tempat ini, walau hanya sekadar melepas lelah.
Produk kue bakpao dan bakpia yang gurih dan nikmat dari Paopia Garden ini juga telah menjadi oleh-oleh khas Aceh.
Kue ini telah dipasarkan ke beberapa kota di Indonesia, seperti Medan, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan beberapa kota lainnya.
Walaupun ada yang sejenis di daerah lain, tapi ini beda rasanya, maka pengunjung yang pulang dari Aceh belum pas kalau belum membawa oleh-oleh khas Paopia Garden ini.
Perkembangan suatu daerah dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonominya.
Salah satu pendukungnya adalah kreativitas usaha dari masayarakat yang dapat menarik perhatian pelanggan atau konsumen.
Maka, ciri khas suatu usaha harus berbeda dari yang lain dan bukan hanya sekadar ada dan ikut-ikutan.
Usaha berkembang, pertumbuhan ekonomi meningkat, dan masyarakat sejahtera.
Itu yang terpenting.
Baca juga: Kuliner Aceh, Karya Cipta Budaya Terus Dipromosikan
Baca juga: Gulai Simpang, Kuliner Khas Simpang Kauman Pisang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/chairul-bariah-dosen-fakutas-ekonomi-universit.jpg)