Kamis, 23 April 2026

Opini

Cegah Stunting, Awas Obesitas

Tahun ini kembali Hari Gizi Nasional (HGN) diperingati tepatnya pada tanggal 25 Januari 2022, merupakan peringatan ke 62 tahun

Editor: bakri
IST
Sri Mulyati Mukhtar, SKM., MKM, Fungsional Penyuluh Kesehatan Masyarakat Ahli Madya pada RSU Cut Meutia Aceh Utara/PERSAGI Cabang Aceh Utara 

Demikian juga angka stunting pada tahun 2018 sebesar 30,8% menjadi 27,7% tahun 2019, dan menurun lagi menjadi 24,4% di tahun 2021.

Kendati terjadi penurunan prevalensi stunting dari tahun ke tahun, tapi tetap saja dinilai kurang signifikan, karena rujukan standar WHO batas maksimal adalah 20% atau seperlima dari jumlah total anak balita.

Belum lagi bila mengacu pada target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, percepatan penurunan stunting menjadi 14%.

Untuk mencapainya, diperkirakan butuh penurunan sebesar 2,6 persen per tahun.

Bahkan seandainya sudah tercapai 14% pun bukan berarti Indonesia sudah bebas stunting, target selanjutnya adalah menurunkan angka stunting sampai kategori rendah di bawah 2,5%.

Laporan dari Global Nutrition Report beberapa tahun terakhir ini stunting di dunia menunjukkan angka yang semakin menurun, ternyata pada saat yang bersamaan angka anak dengan obesitas semakin meningkat, terutama di negara-negara berkembang.

Terlebih dengan kondisi Pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum juga usai, menghadirkan tantangan tersendiri.

Terjadinya perubahan gaya hidup masyarakat akibat dari kurangnya aktivitas di luar rumah berakibat menurunnya aktivitas fisik.

Diperparah dengan peningkatan konsumsi makanan siap saji dan pangan olahan dipesan secara online yang cenderung tinggi gula dan pengawet.

Kondisi ini juga dapat menjadi faktor risiko terjadinya obesitas.

Baca juga: Cegah Stunting, Aceh Tamiang Manfaatkan Olahan Daun Kelor

Di samping itu selama Pandemi Covid-19 ini, pada sebagian masyarakat keterbatasan ketersediaan pangan dalam keluarga merupakan faktor utama penyebab timbulnya masalah gizi.

Tentunya akibat dari menurunnya daya beli masyarakat karena pembatasan aktivitas di luar rumah sehingga tidak bisa bekerja.

Kekurangan nutrisi dalam bentuk stunting dan kelebihan nutrisi dalam bentuk obesitas pada usia dini, ternyata keduanya mempunyai dampak negatif yang sama terhadap kecerdasan anak di masa hadapan.

Sekilas stunting dan obesitas merupakan hal yang kontradiktif tapi nyatanya memang saling bertautan.

Stunting juga dapat meningkatkan risiko obesitas, karena orang dengan tubuh pendek berat badan idealnya juga rendah.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved