Jurnalisme Warga
Tradisi Beranak Banyak di Desa Ujung Sialit
UJUNG Silait merupakan salah satu desa terpencil di Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil
Asyiknya di desa ini setiap yang sudah berkeluarga jarang yang kita dapati memiliki anak di bawah lima orang.
Rerata keluarga di sini memiliki anak banyak bahkan sampai 12 orang.
Ini hal yang lumrah di desa ini.
Hebatnya lagi, pemberian nama untuk setiap anak yang baru lahir selalu mengisbatkan marga atau suku di akhir nama anak tersebut, semisal Gulo, Zega, Zebua, Zai, Lase, Harefa, dan lain-lain.
Hal ini untuk mempertahankan identis dari mana mereka berasal supaya idak hilang ditelan zaman.
Baca juga: Krueng Baro Sigli Sebagai Destinasi Wisata Baru
Dalam komunikasi sehari- hari masyarakat Ujung Sialit selalu menggunakan bahasa Nias.
Adat istiadat di desa ini menggunakan adat Nias, mulai dari tari, nyanyian, hingga adat pernikahan.
Biasanya pertunjukan adat ini dilakukan pada acara-acara besar, seperti hari Natal atau hari Minggu.
Adat pernikahannya berisi pesan-pesan moral, motivasi kepada kedua mempelai dengan berbahasa Nias untuk menjunjung tinggi adat dan budaya mereka.
Letak desa ini sangat strategis, di tepi pantai dan dikelilingi gunung dan hutan nan luas.
Namun, masyarakatnya lebih memilih untuk tinggal dan membangun rumah di pinggir pantai walaupun sudah pernah terkena dampak tsunami tahun 2005, tapi tidak mengurungkan niat mereka untuk tetap tinggal di dekat pantai.
Bagi mereka, tinggal dekat pantai dapat memudahkan untuk mencari nafkah di laut.
Penduduk di desa ini mayoritas berprofesi nelayan.
Ada nelayan menggunakan boat, ada juga yang menggunakan bagan.
Baca juga: Dorong Gampong Nusa Jadi Desa Wisata Edukasi Kebencanaan
Sebagian lainnya adalah nelayan perenang bebas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/nendisyah-putra-guru-bahasa-indonesia-smp-negeri-2-pul.jpg)