Rabu, 22 April 2026

Jurnalisme Warga

Tradisi Beranak Banyak di Desa Ujung Sialit

UJUNG Silait merupakan salah satu desa terpencil di Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
NENDISYAH PUTRA, Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 2 Pulau Banyak Barat dan alumnus Universitas BBG Banda Aceh, melaporkan dari Ujung Sialit, Aceh Singkil 

Namun, bukan hambatan bagi dewan guru dalam mendidik para generasi negri ini.

Untuk mencari sinyal handphone (hp) di desa ini hanya ada di satu titik, yakni di lokasi dermaga (jembatan).

Itu pun harus pada malam hari.

Alhasil, jika malam tiba, orang muda hingga orang tua berkumpul di dermaga untuk mencari sinyal, kecuali pada saat hujan.

Entah kenapa, saat hujan sinyalnya hilang.

Para dewan guru yang tergabung di Ujung Silait ini bukan saja warga setempat, melainkan berasal dari Pulau Banyak dan Desa Asantola, bahkan ada yang datang dari Kota Medan.

Hanya beberapa orang saja yang asli pribumi.

Banyak pula rintangan dan tantangan yang dihadapi sang guru di desa ini seperti sering mati listrik, akses jaringan timbul tenggelam, namun ini tidak menyurutkan niat mereka mencerdaskan anak bangsa.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga masih secukupnya.

Banyak di antaranya merupakan warga yang kurang mampu (miskin).

Hanya beberapa orang saja yang berpenghasilan tinggi atau pengusaha biasa disebut tauke.

Komoditas ekspor di desa ini terdiri atas berbagai jenis ikan, lobster, kelapa, kopra, cengkih, dan au-au (ikan kecil).

Produk ini dijual ke berbagai daerah seperti Medan, Nias, Singkil, dan Simeulue melalui jalur penyeberangan kapal.

Au-au merupakan jenis ikan kecil yang sangat khas di desa ini.

Baca juga: Pelaku Wisata Terus Menata Destinasi Wisata Danau Bungara Aceh Singkil

Selain untuk dijual, ikan ini sangat diincar oleh masyarakat luar di samping harganya yang murah, ikan ini juga sangat enak.

Tidak heran jika hampir semua nelayan di desa ini giat mencari au-au karena cepat laku.

Nah, inilah cerita singkat tentang Desa Ujung Sialit.

Bagi Anda yang hendak berkunjung ke desa ini dari Pelabuhan Singkil memakan waktu sedikitnya lima jam perjalanan menggunakan boat (kapal kayu).

Semoga ke depannya pemerintah semakin peduli dan memperhatikan rakyat kecil di pulau kecil ini, terutama dari segi pendidikan yang ada di desa ini, apalagi para gurunya.

Semoga pula tahun depan guru yang mengabdi di Ujung Sialit bisa dapat tunjangan sekolah terpencil lagi.

Baca juga: Aceh Jaya Miliki Banyak Pilihan Destinasi Wisata, Kini Hadir Lagi Ekowisata Hutan Mangrove

Baca juga: Pesona Puncak Grapela, Destinasi Wisata Alam yang Menggeliat Lagi

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved