Rabu, 10 Juni 2026

Salam

Kita Hanya Berdoa Bisa Berhaji ke Tanah Suci

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan Kakbah melalui metaverse tidak bisa dipraktikkan dalam kegiatan ibadah haji dan umrah

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
ASRORUN NIAM, Ketua MUI Bidang Fatwa 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan Kakbah melalui metaverse tidak bisa dipraktikkan dalam kegiatan ibadah haji dan umrah.

Sebab, beberapa ritual haji dan umrah membutuhkan kehadiran fisik.

“Bukan hanya memerlukan kehadiran fisik, ibadah haji juga erat kaitannya dengan tempat tertentu.

Misalnya saja, dalam hal thawaf atau mengelilingi Kakbah selama tujuh kali putaran.

Jadi, tidak bisa dilaksanakan dalam hati, dalam angan-angan, atau secara virtual.

Atau dilaksanakan dengan mengelilingi gambar Kakbah atau replika Kakbah," kata Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam.

Metaverse adalah realitas digital yang menggabungkan aspek media sosial, game online, augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan cryptocurrency untuk memungkinkan pengguna berinteraksi secara virtual.

Asrorun pun menilai, keberadaan Kakbah dalam metaverse merupakan bentuk dari inovasi teknologi sehingga harus disikapi secara profesional.

"Kunjungan ke Kakbah secara virtual bisa dioptimalkan untuk explore dan mengenali lebih dekat, dengan lima dimensi, agar ada pengetahuan yang utuh dan memadai sebelum pelaksanaan ibadah," jelas Asrorun.

Program kunjungan Kakbah via metaverse direalisasikan oleh Badan Urusan Pameran dan Museum Arab Saudi, bekerja sama dengan Universitas Umm al-Qura.

Baca juga: Ibadah Haji Metaverse Tidak Sah, Kalau Sekadar untuk Latihan Manasik Haji dan Umrah Tidak Apa-apa

Baca juga: Kontroversi Haji Virtual Melalui Metaverse, MUI: Ibadah Haji di Metaverse Tak Penuhi Syarat

Proyek ini diperkenalkan dalam sebuah upacara pada 14 Desember 2021, dengan kehadiran Abdul-Rahman al-Sudais, Presiden Umum Haramain.

Kemudiannya, metaverse Kakbah tersebut menimbulkan kontroversi di antara umat Muslim seluruh dunia.

Salah satunya dari Kementerian Agama Turki.

"Orang-orang Islam dapat mengunjungi Kakbah di metaverse, tapi itu tak akan pernah dianggap sebagai haji yang nyata.

Kaki orang harus menyentuh tanah suci," jelas Remzi Bircan dari Departemen Layanan Haji dan Umrah Turki yang menganggap metaverse Kakbah itu “Sama Saja dengan Game”.

Sejauh ini belum ada definisi yang pasti, tapi metaverse sendiri dapat diartikan sebagai dunia virtual baru yang memungkinkan seseorang direpresentasikan dengan avatar, lalu dapat berinteraksi, bermain game, bekerja, dan berkomunikasi dengan orang lainnya dalam ruang tiga dimensi (3D).

Berbagai perusahaan teknologi pun berlomba-lomba membuat "metaverse" versinya masing-masing.

CEO Microsoft, Satya Nadella, mengungkapkan bahwa konsep metaverse sebenarnya tak lain adalah seperti membuat game.

"Membuat metaverse itu pada dasarnya adalah kemampuan menempatkan orang, tempat, dan benda dalam mesin fisika.

Lalu, semua orang, tempat, benda dalam mesin fisika tadi saling berhubungan.

Baca juga: Ibadah Haji di Metaverse Tak Penuhi Syarat, MUI: Beberapa Ritual Butuh Kehadiran Fisik

Sebagai contoh, di metaverse, seseorang dan kolega kerjanya bisa hadir di ruang rapat yang sama secara virtual yang diwakili menggunakan avatar.

Lalu dilengkapi dengan suara agar percakapan yang berlangsung layaknya benar-benar terjadi di sekeliling pengguna.

” Ruang debat tentang metaverse sedang terbuka lebar.

Kita yang awam ini tentu tak akan nimbrung di dalamnya, kecuali menunggu fatwa-fatwa dari para ulama.

Sambil memantau debat tentang ibadah haji dan umrah lewat metaverse, sebagai muslim yang patuh kepada Allah dan Rasulullah, maka ke sanalah kita berpedoman.

Sebab, pengertian berdasarkan syar’i, haji mabrur merupakan haji yang melaksanakan ibadahnya sesuai dengan petunjuk Allah Swt dan juga Nabi Muhammad Saw dengan menjalankan syarat, kewajiban, rukun, serta mejauhi hal yang dilarang atau tidak diperkenankan.

Jadi, yang terbaik bagi kita sekarang ini adalah berdoa agar Pemerintah Arab Saudi membuka peluang berhaji, sehingga para calon jamaah yang suda menunggu lama bisa menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci pada tahun 2022.

Demikian juga, kegiatan umrah yang masih terbuka terbatas sekerang ini, kita doakan bisa berjalan lebih longgar.

Bukan hanya pada kuota jamaah, tapi juga pada kesempata berubadah di Mekkah dan Madinah bisa lebih leluasa, tidak terlalu dibatasi seperti sekarang ini.

Nah?!

Baca juga: Hampir 4.000 Orang Berangkat Umrah, Ibadah Haji Masih Tunggu Arab Saudi

Baca juga: Kementerian Agama Beri Tiga Opsi Ibadah Haji, Arab Saudi belum Beri Kepastian

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved