Berita Banda Aceh

Wali Nanggroe Ingin UUPA Diteliti Kembali Untuk Mengokohkan Perdamaian Aceh

Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al-Haythar, belum lama ini membentuk tim kajian dan pembinaan pelaksanaan MoU Helsinki dan UUPA

Editor: bakri
SERAMBI/HENDRI
Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al-Haythar, bersalaman dengan Pemimpin Umum Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar, sebelum pertemuan silaturahmi di Meuligoe Wali Nanggroe, kawasan Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (17/2/2022). 

Terkait kehadiran Lembaga Wali Nanggroe di Aceh, lanjut H Sjamsul Kahar, tentu memerlukan waktu sehingga nanti lembaga ini menjadi eksis dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Aceh.

"Ini tentu akan memakan waktu.

Memerlukan waktu serta penyatuan pemikiran dan perasaan.

Baca juga: Ungkap Kendala di KEK Arun, PT PEMA Minta Masukan kepada Wali Nanggroe

Dan kami gembira, akhir-akhir ini perjuangan Wali bertemu Presiden, sehingga keberadaan Lembaga Wali Nanggroe ditheei lee donya," katanya.

Saat ini, tambah Sjamsul Kahar, Lembaga Wali Nanggroe sudah mulai bergeming dan gaungnya terdengar.

"Semoga terus eksis dan kita rasakannya manfaatnya," ujarnya.

Sementara itu, Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia, Mohd Din, dalam sambutan singkatnya menyampaikan, kedatangan pihaknya untuk bertemu dengan Wali Nanggroe adalah untuk menyampaikan terkait rencana kegiatan Malam Anugerah Serambi Awards yang akan digelar pada 11 Maret mendatang.

"Usia kami Paduka Yang Mulia saat ini sudah 33 tahun, mungkin ini bukan usia yang pendek bagi sebuah media yang ada di Aceh.

Kami ingin terus bersemangat membangun Aceh dan berinovasi.

Maka dari itu, kami akan memberikan anugerah, termasuk tokoh-tokoh yang sudah kami nilai berkontribusi dalam pembangunan Aceh," kata Mohd Din.

Adapun tujuan Serambi memberikan awards tersebut adalah untuk menyemangati para pihak dalam satu langkah membangun dan berkontribusi untuk pembangunan Aceh ke depan.

"Tujuan kami adalah ingin memberikan semangat dan ingin melihat sisi poositif.

Kecenderungan yang kita dengar selama ini adalah informasi yang kurang bersahabat, seakan tidak ada yang positif yang dilakukan di Aceh ini.

Kita ingin menumbuhkan hal-hal yang positif untuk menjadi legasi dan menjadi inspirasi bagi generasi yang akan datang," ungkapnya.

Mohd Din mengatakan, salah satu tokoh yang akan diberikan penghargaan atau anugerah nantinya adalah Wali Nanggroe.

"Salah satu tokoh yang kami pilih adalah Paduka Yang Mulia, tentu dengan pertimbangan yang sangat matang.

Banyak pertimbangn kami, salah satu di antaranya adalah terkait peran besar Wali Nanggroe dalam melahirkan perdamaian dan menjaga damai hingga saat ini.

Ini adalah aset dan nilai yang sangat besar sehingga tidak punya alasan kami tidak memberikan penghargaaan," pungkas Mohd Din. (dan)

Baca juga: Bertemu Wali Nanggroe Malik Mahmud, Amien Rais Bahas Implementasi MoU Helsinki

Baca juga: Tutup Muzakarah Ulama Se-Aceh di Lhokseumawe, Berikut Pesan Wali Nanggroe Malik Mahmud

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved