Kupi Beungoh
Putin, Ukraina, dan Perang Dunia 3 (IX) - Mungkinkah Putin “Salah Hitung” di Ukraina?
Gejala pertama yang sudah mulai terlihat adalah kecepatan pengusaan wilayah, terutama penaklukan ibu Kota Kiev.
Mungkinkah Terulang di Ukraina?
Ketika cerita “miskalkulasi” itu diterapkan untuk kasus Ukraina, mungkinkah Putin salah hitung?
Secara umum, miskalkulasi Putin belum sangat nampak, walupun beberapa gejala awal sudah kelihatan.
Ada beberapa kecenderungan awal yang mungkin salah dalam kalkulasi Putin, yang dapat saja membuat tidak hanya gagal menguasai Ukraina, akan tetapi dapat berakibat fatal untuk dirinya.
Gejala pertama yang sudah mulai terlihat adalah kecepatan pengusaan wilayah, terutama penaklukan ibu Kota Kiev.
Dengan kekuatan mesin perang negara adi daya itu, ditambah dengan personel darat yang cukup banyak, seharusnya Kiev dan sejumlah kota lainnya sudah akan jatuh ke tangan Rusia dalam tempo seminggu.
Kita tidak tahu ketika dalam dua hari ini Putin meminta bantuan Cina, terutama pesenjataan, sebagai trik belaka ataukah memang benar-benar dibutuhkan.
Kalau memang benar permintaannya adalah senjata, maka Rusia terlalu cepat memasuki masalah besar.
Tetapi itu belum pasti, karena taktik dan strategi perang selalu ada logikanya.
Sebagai perbandingan Uni Soviet hanya butuh waktu tiga hari untuk menaklukkan dan menguasai Kabul pada tahun 1979.
AS tidak butuh waktu banyak menguasai Kabul, karena AS telah mepersenjatai berbagai faksi yang berperang dengan Taliban, walaupun semenjak Oktober 2021 telah menjatuhkan bom, membantu Aliansi Utara.
AS hanya datang ke Kabul setelah kota itu dikuasai oleh Aliansi Utara pada bulan Desember 2001
Perkiraan para ahli militer independen- termasuk sebagian pengamat barat, menyebutkan paling ada sesuatu yang sedang terjadi di lapangan, yang membuat Rusia tidak akan sangat gampang menkalukkan Ukraina, walaupun pada akhirnya, Rusia berpeluang untuk mengalahkan Ukraina, dan menguasai ibu kota Kiev.
Memasuki 2 hari terakhir minggu ketiga invasi dilakukan, akan tetapi hanya baru satu kota, Kharkev, bekas ibu kota Ukraina sebelum dipindahkan ke Kiev pada tahun 1935, yang berhasil dikuasai.
Keyakinan Putin bahwa rakyat Ukraina akan menyambut tentara Rusia dengan gembira, tidak terjadi di Kharkev, bahkan rakyat keluar rumah beramai-ramai meneriakkan protes kepada tentara Rusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ahmad-humam-hamid-profesor.jpg)