Kupi Beungoh
Putin, Ukraina, dan Perang Dunia 3 (X) - Islam, Ukraina, dan Cerita Abbas dari Ramallah
Saya menjawab, itu benar, tidak hanya hanya orang Aceh, mayoritas rakyat Indonesia juga pro-Rusia, dan mungkin juga seluruh ummat Islam sedunia.
Lalu ia bertanya kepada saya.
Tadi kamu bertanya kepada saya pilih AS atau Rusia.
Sekarang tolong dulu jawab pertanyaan saya katanya.
Kalau kamu diberi pilihan untuk dikejar anjing galak atau dikejar babi buas, kamu pilih mana?
Saya tidak menjawab, saya belum tahu maksudnya.
Dia menyambung, “kamu pasti bingung” tukasnya.
“Jawabannya yang benar adalah, cari babi, upayakan agar babi dekat-dekat dengan anjing, dan biarkanlah mereka saling mengejar. Apakah babi mengejar anjing, ataupun anjing mengejar babi, kita ngak usah ikut”.
Itulah jawaban Abbas, si lelaki kelahiran Ramallah itu.
Saya tercenung dibuatnya.
Di waktu lain, sambil minum kopi di cafetaria mahasiswa, kami bercerita panjang lebar.
Menyambung metafora yang ia sampaikan, saya bertanya, kapan anjing dan babi akan saling menggigit?
Yang terjadi selama ini hewan lain saling menggigit, dan mereka minta bantu sama anjing atau babi, saya bergurau.
Abbas tersenyum.
Bagaimana hewan yang sejenis yang saling menggigit, dan setelah luka masing-masing melapor kepada anjing atau kepada babi saya bertanya?
Ia terbahak, tetapi mukanya merah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ahmad-humam-hamid-1.jpg)