Jumat, 24 April 2026

Kupi Beungoh

Putin, Ukraina, dan Perang Dunia 3 (X) - Islam, Ukraina, dan Cerita Abbas dari Ramallah

Saya menjawab, itu benar, tidak hanya hanya orang Aceh, mayoritas rakyat Indonesia juga pro-Rusia, dan mungkin juga seluruh ummat Islam sedunia.

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/Handover
Ahmad Humam Hamid, Sosilog Aceh. 

Oleh: Ahmad Humam Hamid*)

SEORANG teman baik saya, warga negara Australia beberapa hari yang lalu mengirim WA dari Sydney, berbicara tentang banyak hal.

Saya terkejut karena dia tahu banyak tentang perkembangan Aceh terakhir,-dia pernah di Aceh pada masa konflik, dan pascatsunami.

Di akhir pembicaraan kami, dia bertanya, kenapa banyak orang Aceh pro-Rusia dalam perang Ukraina yang sedang berlangsung.

Saya menjawab, itu benar, tidak hanya hanya orang Aceh, mayoritas rakyat Indonesia juga pro-Rusia, dan mungkin juga seluruh ummat Islam sedunia.

Dia tahu itu, tetapi ia hanya ingin bertanya kenapa?

Saya hanya menjawab singkat.

Dalam pandangan rakyat Aceh, AS sudah keterlaluan, terutama sikapnya terhadap Islam dalam 20 tahun terakhir, persisnya semenjak peristiwa bom Twin Tower New York, 11 September 2001.

Kami kemudian berdiskusi tentang pasang surut, dan bahkan gelombang suka- benci ummat Islam terhadap AS, baik yang menyangkut dengan tragedi Palestina dan Perang Timur Tengah, Perang Afghanisan, dan berbagai kejadian lain di dunia yang berkaitan dengan keterlibatan AS.

Namun, ketika kata-kata keterlibatan AS diucapkan, selalu diikuti dengan kata Rusia atau Uni Soviet.

Artinya, ketika ada konflik yang bersentuhan, baik antara Islam dengan non-Islam, maupun sesama Islam, selalu saja ada dua negara itu terlibat dan berseberangan.

Lalu diskusi itu mulai mengarah ke soal kapan sebenarnya Islam mulai terhela dalam konflik adikuasa dunia yang tak pernah berhenti itu sampai hari ini, dan topiknya mulai terpusat pada soal Palestina.

Saya mulai menyebut dukungan Australia untuk pengakuan negara Israel pada sidang umum PBB 1949, dan dia tak bereaksi.

Baca juga: Putin, Ukraina, dan Perang Dunia 3 (I): Denazifikasi dan Demiliterisasi Ukraina

Baca juga: Putin, Ukraina, dan Perang Dunia 3 (II), Emosional atau Logiskah Alasan Putin?

Baca juga: Putin, Ukraina, dan Perang Dunia 3 (III), Benarkah Putin Reinkarnasi Ivan ‘Ceulaka’ the Teribble?

Cerita Abbas dari Ramallah

Chatting di WA itu kemudian menjadi panjang sampai kepada deklarasi Balfour tahun 1917, tetap saja dengan topik utamanya Rusia versus AS.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved