Jurnalisme Warga

Rendahnya Capaian Vaksinasi Kelompok Rentan, Salah Siapa?

Seorang perempuan yang duduk di kursi roda menyambut kedatangan saya di rumahnya, Gampong Lamteumen Timur, Banda Aceh

Editor: bakri
zoom-inlihat foto Rendahnya Capaian Vaksinasi Kelompok Rentan, Salah Siapa?
FOR SERAMBINEWS.COM
MARDHATILLAH, Anggota Komunitas Jurnalis Warga Banda Aceh dan alumnus D4 Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh, melaporkan dari Banda Aceh

OLEH MARDHATILLAH, Anggota Komunitas Jurnalis Warga Banda Aceh dan alumnus D4 Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh, melaporkan dari Banda Aceh

Seorang perempuan yang duduk di kursi roda menyambut kedatangan saya di rumahnya, Gampong Lamteumen Timur, Banda Aceh, pada Selasa,15 Maret 2022.

Usianya 43 tahun.

Sepanjang usianya dihabiskan di kursi roda karena ia mengalami disabilitas fisik sejak lahir.

Pemimpin Umum Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar (tengah), Pemimpin Redaksi, Zainal Arifin M Nur (kiri), dan Pemimpin Perusahaan, Mohd Din (kanan), menerima suntikan vaksin booster dari petugas medis Rumah Sakit Kesdam Iskandar Muda di Kantor Serambi Indonesia, Desa Meunasah Manyang Pagar Air, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Selasa (8/2/2022).
Pemimpin Umum Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar (tengah), Pemimpin Redaksi, Zainal Arifin M Nur (kiri), dan Pemimpin Perusahaan, Mohd Din (kanan), menerima suntikan vaksin booster dari petugas medis Rumah Sakit Kesdam Iskandar Muda di Kantor Serambi Indonesia, Desa Meunasah Manyang Pagar Air, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Selasa (8/2/2022). (SERAMBI/HENDRI)

Namun, kondisi itu tak menyurutkan semangatnya untuk tetap beraktivitas layaknya orang sehat fisik.

Ia tak ingin kekurangannya menjadi penghalang dalam beraktivitas.

Perempuan itu Erlina Marlinda.

Ia Program Manager Children and Youth Disabilities for Change (CYDC).

Organisasi ini fokus pada pemberdayaan ekonomi, memperjuangkan hak disabilitas, advokasi kebijakan hingga pendidikan inklusif yang lebih ramah terhadap kelompok disabilitas.

Semangat itu juga ditunjukkan Erlin ketika berjuang untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Baca juga: Realisasi Vaksinasi Booster di Agara Masih Rendah, Ini Penyebabnya

Baca juga: Capaian Vaksinasi Booster di Aceh Masih Rendah, Kabid Humas Polda Aceh: Butuh Kesadaran Masyarakat

Mengapa disebut berjuang? Karena, proses yang dilaluinya untuk mendapatkan vaksinasi terbilang tidak mudah.

Saat ini, Erlin mengaku sudah dapat dua kali vaksin merek Pfizer tanpa mengalami efek samping atau biasa disebut KIPI (Kejadian Ikutan Pascaimunisasi).

Vaksinasi pertama pada 3 Februari dan vaksinasi kedua 8 Maret 2022 di Museum Aceh.

Lantas apa yang membuatnya mau divaksinasi, bahkan sampai tak mengalami efek samping? Menurutnya, ada beberapa alasan yang membuat seorang disabilitas memutuskan untuk divaksinasi atau tidak.

Pertama, adanya ikatan kontrak kerja dengan lembaga tempat mereka bekerja yang mewajibkan untuk divaksinasi.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved