Kupi Beungoh
Putin, Ukraina, dan Perang Dunia 3 (XVIII) - Ukraina, Puasa, dan Panteraja yang Menderita
Ingin menghubungkan cerita warga Panteraja ini dengan kejadian di Ukraina? Buka android, ketik Luhut, tambahkan koma, lalu tulis Ukraina, tekan enter
Mereka mungkin tak pernah berpikir, apalagi membayangkan, kenapa perang di sana, Panteraja yang menderita?
Baca juga: Presiden China Xi Jinping Peringatkan Dampak Perang di Ukraina, Butuh Waktu Bertahun-tahun
Baca juga: Putin, Ukraina, dan Perang Dunia 3 (XVII) - Pax Americana, Kuala Batee, dan Ukraina
Tertusuk Paku di Kaki, Demam Seluruh Tubuh
Ya benar, memang Panteraja terkait dan menderita karena Ukraina.
Ada sekitar 10.000 kota di dunia kini terimbas dengan perang itu.
Dalam hal Panteraja, kini jutaan gampong Panteraja lain di dunia juga terimbas dengan perang Ukraina.
Mengikuti penjelasan “mantri kesehatan”, ibaratnya, tertusuk paku di kaki, lalu infeksi, dan demam ke seluruh tubuh.
Itulah simplifikasi penjelasan teori globalisasi ala Keude Panteraja.
Secara langsung dampak perang Ukraina kini menghantam dua komoditi pokok yang dimiliki oleh Rusia dan Ukraina, BBM dan makanan pokok, khususnya gandum.
Kenaikan harga BBM satu perkara. Kelangkaan bahan pokok- gandum perkara lain lagi.
Naiknya harga bahan pokok yang tidak biasa itu perkara apa rupanya?
Perkaranya sederhana, akibat kelangkaan pasokan, dan naiknya ongkos angkut dan produksi akibat kenaikan BBM.
Itu terjadi dalam perdagangan internasional, regional, nasional, dan bahkan lokal seperti Panteraja.
Hampir semua negara kini mengalami imbas itu, baik satu di antara tiga perkara itu atau tiga sekaligus.
Tidak hanya Panteraja, sebagian masyarakat AS justru memaki presiden Joe Biden karena kebijakannya membuat harga BBM kendaraan naik dari 3,46 dolar menjadi 4,17 dolar per galon-setara dengan 3,78 liter .
Publik AS marah, namun tak ribut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ahmad-humam-hamid_sosiolog-guru-besar-universitas-syiah-kuala_ai.jpg)