Breaking News:

Salam

Mafia Minyak Goreng Harus Dihukum Berat

Setelah berbulan-bulan ditunggu, akhirnya Kejaksaan Agung (Kejagung) mengumumkan ke publik identitas orang-orang yang selama ini disebut masyarakat

Editor: bakri
ISTIMEWA
Tersangka kasus mafia minyak goreng (kiri ke kanan): Senior Manager Corporate Affairs Permata Hijau, Stanley MA; Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Parulian Tumanggor; General Manager bagian General Affairs PT Musim Mas, Togar Sitanggang; dan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI, Indrasari Wisnu Wardhana. 

Setelah berbulan-bulan ditunggu, akhirnya Kejaksaan Agung (Kejagung) mengumumkan ke publik identitas orang-orang yang selama ini disebut masyarakat sebagai mafia-minyak-goreng' title=' mafia minyak goreng'> mafia minyak goreng.

Salah satu tersangka adalah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana yang oleh penegak hukum disingkat IWW.

Jaksa Agung ST Burhanuddin menyampaikan Dirjen Perdagangan Luar Negeri itu diduga melakukan perbuatan melawan hukum karena menerbitkan persetujuan ekspor CPO dan produk turunannya.

Persetujuan itu diberikan kepada Permata Hijau Group, Wilmar Nabati Indonesia, PT Multimas Nabati Asahan, dan PT Musim Mas.

Kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng di tanah air terjadi sejak akhir 2021 hingga awal 2022.

Untuk mengatasi masalah itu pemerintah sempat menerbitkan tiga kebijakan khusus.

Pertama, wajib pasok kebutuhan dalam negeri (domestic market obligation/DMO) CPO dan olein.

Kedua, wajib harga domestik (domectic price obligation/DPO).

Dan, ketiga, penetapan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng yang berlaku 1 Februari 2022.

Akan tetapi, negara tetap tak berdaya mencukupi minyak goreng kebutuhan masyarakat, terutama minyak curah berharga murah.

Baca juga: Presiden Jokowi Minta Mafia Minyak Goreng Diusut Tuntas

Baca juga: 3 Perusahaan Swasta yang Terseret Kasus Mafia Minyak Goreng, Ini Peran Masing-masing Tersangka

Di tengah sikap serba salah pemerintah, muncul pula berbagai spekulasi masyarakat yang antara lain menuding adanya mafia-minyak-goreng' title=' mafia minyak goreng'> mafia minyak goreng.

Bahkan, polisi sempat menangkap sejumlah penimbun minyak goreng yang memanfaatkan situasi.

Namun, di pasar-pasar hampir seluruh Indonesia minyak goreng tetap langka hingga Maret 2022 serta baru awal April kelangkaan minyak goreng teratasi.

Dan, barulah pada 19 April 2022 publik mengetahui bahwa ternyata memang ada mafia-minyak-goreng' title=' mafia minyak goreng'> mafia minyak goreng setelah Kejaksaan Agung RI menetapkan empat tersangka kasus penerbitan izin ekspor minyak goreng alias mafia-minyak-goreng' title=' mafia minyak goreng'> mafia minyak goreng.

Keempat tersangka diduga memiliki peran bersama sama untuk melakukan tindakan melawan hukum.

Mereka adalah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI, Indrasari Wisnu Wardhana; Senior Manager Corporate Affairs Permata Hijau, Stanley MA; General Manager bagian General Affairs PT Musim Mas, Togar Sitanggang; dan Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Parulian Tumanggor.

"Para tersangka melakukan perbuatan melawan hukum berupa bekerja sama secara melawan hukum dalam penerbitan izin Persetujuan Ekspor (PE) dan dengan kerja sama secara melawan hukum tersebut, akhirnya diterbitkan Persetujuan Ekspor (PE) yang tidak memenuhi syarat," kata Jaksa Agung.

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi sebetulnya sudah sejak lama tahu adanya mafia yang antara lain melibatkan anak buahnya.

Namun, ia tidak mengungkapkan ke publik karena tidak ingin mendahului penegak hukum.

Ketika didesak DPR pada pertengahan Maret 2022, Mendag hanya mengatakan penyebab langkanya minyak goreng dikarenakan adanya campur tangan mafia-minyak-goreng' title=' mafia minyak goreng'> mafia minyak goreng.

“Sebenarnya distribusi minyak goreng di setiap provinsi cukup bagi masyarakat.

Namun, adanya mafia dan spekulan memanfaatkan hal tersebut untuk meraup keuntungan.

” Salah satu spekulasinya terhadap hal tersebut adalah adanya pihak yang menyelundupkan minyak goreng ke luar negeri.

Setelah pengumuman tersangka oleh Jaksa Agung, komentar muncul dari berbagai kalangan.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengapresiasi keberanian Jaksa Agung menetapkan para mafia itu sebagai tersangka.

"Mereka adalah mafia minyak yang sebenarnya.

Karenanya kami mengapresiasi keberanian dari Kejagung untuk mengungkap kasus ini," tambahnya.

Sedangkan anggota Komisi III DPR RI lainnya, Didik Mukrianto, meminta Kejagung tidak tebang pilih dalam mengusut kasus tersebut.

"Penegakan hukumnya tidak boleh tebang pilih, tidak boleh pandang bulu,” kata Didik.

Nah?!

Baca juga: Jadi Tersangka Mafia Minyak Goreng, Ini Profil dan Harta Kekayaan Indrasari Wisnu Wardhana

Baca juga: Jadi Tersangka Mafia Ekspor Minyak Goreng, Dirjen Kemendag Indrasari Wisnu Punya Harta 4.4 M

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved