Kisah Sukses Perantau Aceh
Kisah Diaspora Aceh – Muslim Armas, Perekat Perantau Pidie dan Pemilik 8 Perusahaan Level Nasional
Selain kantor di Jati Melati Bekasi, Muslim Armas juga pemilik perusahaan yang bergerak di bidang konsultan yang bermarkas di Kota Kasablanca.
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
Dari semua lokasi kantor milik Muslim Armas, ada satu yang paling terkenal di kalangan perantau asal Pidie dan Aceh, yakni kantor PT Varsindo yang beralamat Jalan Rawa Gede Raya Nomor. 2 RT. 007/002 Jatimelati, RT.007/RW.002, Jati Melati, Kec. Pd. Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Karena di kantor yang berdiri di atas lahan sekira 1.000 meter inilah yang saat ini menjadi Bale KUPI, nama yang ditabalkan sebagai sekretariat dan tempat berkumpulnya para perantau asal Pidie dan Aceh yang bermukim di berbagai daerah di Jabodetabek.
“Setiap hari Sabtu kita bikin acara kumpul-kumpul di sini, silaturahim sekaligus membahas berbagai persoalan terkini yang dihadapi para perantau asal Pidie, juga mengenai persoalan masyarakat di Pidie, dan mencari solusi terhadap berbagai masalah itu,” kata Muslim Armas dalam wawancara khusus dengan Serambinews.com, di Bale KUPI, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu 21 Mei 2022 lalu.
“Dengan bertemu teman-teman dari Aceh, kita bisa mengobati kerinduan akan kampong halaman, bisa berbicara bahasa Aceh, menikmati kopi Aceh, dan makanan khas Aceh, serta bisa menambah ilmu dengan mengikuti pengajian,” ungkap Muslim Armas yang ditemui Serambinews.com di sela-sela acara silaturahim dan halalbihalal Idul Fitri 1443 H.
Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan perantau asal Pidie dan Aceh dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari pensiunan PNS dan BUMN, anggota DPR RI, petinggi partai politik, hingga para pedagang dari berbagai daerah di Jabodetabek.
Sosok Muslim Armas yang sederhana, terlihat sangat dihormati oleh berbagai kalangan yang hadir pada acara tersebut.
Beberapa pedagang asal Pidie yang ditemui Serambinews.com pada acara itu mengaku sangat bersyukur dengan inisiatif Muslim Armas membentuk wadah Keluarga Ureung Pidie (KUPI).
“Keberadaan KUPI ini sangat berarti bagi kami, karena kami yang sehari-hari bergelut di pasar, punya kesempatan bertemu dan bersilaturahmi dengan sesama pedagang, serta orang-orang lain dari berbagai kalangan,” ungkap Kamaruzzaman, perantau asal Bambong Pidie, yang merupakan toke toko kelontong di kawasan Pondok Gede, Bekasi.
Hal senada juga diungkap oleh Faisal JN, distributor pakaian wanita di Jatinegara, serta Iskandar, bos dari enam cabang Mie Aceh Kurnia yang bermarkas di Bogor, Jawa Barat.
Baca juga: Kisah Diaspora Aceh – 10 Tahun Tidur di Atas Tong Pasar Minggu, Iskandar Kini Bos 5 Cabang Mie Aceh
Bukan hanya perantau asal Pidie, KUPI juga menjadi wadah silaturahim bagi perantau yang berasal dari berbagai daerah lainnya di Aceh, seperti Nagan Raya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tenggara, dan lainnya.
Hal ini terlihat dari beberapa orang yang hadir pada acara halalbihalal KUPI itu merupakan perantau asal Nagan Raya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tenggara, dan lainnya.
Baca juga: VIDEO Keluarga Ureung Pidie (KUPI) Jakarta Gelar Halal Bi Halal
Tidak hanya sekedar merajut Setiap Sabtu ada pertemuan yang dirangkai dengan pengajian yang diasuh oleh Ustaz Saiful Rahmad Adam Mag, yang merupakan perantau asal Beureunuen, Pidie.
Ustaz Saiful Rahmat Adam menjadi diaspora Aceh setelah dibawa oleh sebuah lembaga peduli anak yatim untuk disekolahkan di lembaga tahfiz di Jakarta.
Baca juga: Sosok Ustad Saiful Rahmad Adam Asal Beureuneun Pidie, Hafiz Quran dengan 32 Sanad
Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin SH yang hadir dalam acara tersebut, juga mengakui besarnya peran Muslim Armas sebagai perekat perantau asal Pidie di Jabodetabek.
“Saya pikir Bang Muslim ini bukan hanya perekat bagi perantau asal Pidie saja, tapi juga telah menjadi perekat bagi perantau asal Aceh di Jabodetabek. Kita bisa lihat sendiri dari orang-orang yang hadir di sini berasal dari berbagai daerah dan latar belakang,” ungkap Safaruddin.