Kisah Sukses Perantau Aceh

Kisah Diaspora Aceh – Muslim Armas, Perekat Perantau Pidie dan Pemilik 8 Perusahaan Level Nasional

Selain kantor di Jati Melati Bekasi, Muslim Armas juga pemilik perusahaan yang bergerak di bidang konsultan yang bermarkas di Kota Kasablanca.

Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/ZAINAL ARIFIN M NUR
Muslim Armas, Ketua Umum Keluarga Ureung Pidie (KUPI) sang perekat perantau Pidie di Jabodetabek. Muslim Armas juga Ketua Serikat Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Ketua Alumni ITB asal Aceh. 

Di antara perantau yang hadir dalam acara tersebut terlihat sejumlah tokoh Aceh di Jakarta, seperti praktisi dan pengamat migas Ridwan Nyak Baik, Komisaris PT Semen Indonesia Aceh Mawardinur, Anggota DPR RI asal Aceh M Nasir Djamil, Sekretaris DPW NasDem Aceh Muslim Ayub, dan puluhan pensiunan pemerintahan serta para pedagang yang tersebar di Jabodetabek.

Siapa Muslim Armas?

Muslim Armas yang saat ini menjabat sebagai Ketua Serikat Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB), Ketua Alumni ITB asal Aceh, dan Ketua Umum Keluarga Ureung Pidie (KUPI) merupakan pengusaha nasional berdarah Aceh.

Orang tua Muslim Armas berasal dari Kampung Lada, Kecamatan Muatiara Timur, Kabupaten Pidie.

Muslim Armas lahir dan menghabiskan masa remajanya di Medan, Sumatera Utara.

Sebagian usia dewasanya dihabiskan di Bandung Jawa Barat, karena dia menuntut ilmu di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dari Bandung, pada tahun 1996, Muslim Armas mulai merantau ke Jakarta dan membuka usaha sesuai dengan ilmu dan keahlian yang dimilikinya semasa kuliah di ITB.

Penelusuran Serambinews.com, nama Muslim Armas sering muncul di media massa karena kiprahnya sebagai Ketua Serikat Alumni ITB.

Di Aceh, khususnya Pidie, nama Muslim Armas mulai dikenal sejak beberapa tahun belakangan, karena menjadi motor bagi perantau asal Pidie untuk membawa pulang bantuan dalam berbagai kesempatan, terutama pada saat menjelang Ramadhan, menjelang Idul Fitri, dan menjelang Idul Adha, serta ketika terjadinya bencana alam.

Baca juga: Kupi Kumpulkan Uang Rp 275 Juta Dibagi ke Hampir 2000 KK

Baca juga: Keluarga Ureung Pidie Kembali Saweu Gampong, Hidupkan Tradisi Berkurban di Kawasan Pedalaman

Baca juga: Keluarga Ureung Pidie di Jakarta Salur ZIS untuk 1.337 KK di Kampung Halaman, Total Rp 175 Juta

Meski tidak pernah menetap di Aceh, tapi darah Aceh mengalir kental dalam nadi Muslim Armas.

Dia terlihat masih sangat fasih berbahasa Aceh, dan sangat peduli dengan berbagai persoalan yang dihadapi oleh perantau asal Aceh, khususnya asal Pidie, serta kondisi kehidupan masyarakat di Pidie.

Muslim Armas adalah adik kandung dari Hasbi Armas, orang pertama yang menjabat sebagai sekretaris DPD Partai Demokrat Aceh.

Orangtua mereka yang merantau ke Medan, Sumatera Utara, mendidik anak-anaknya agar selalu ingat dengan asal muasal mereka sebagai orang Aceh.

“Ayah kami sudah merantau ke Medan sejak tahun 1950-an. Orangtua mendidik dan mengajari kami supaya tetap fasih berbahasa Aceh. Bisa dibilang saya melanjutkan apa yang telah dilakukan orang tua kami yang sangat peduli dengan perantau asal Aceh,” kata Muslim Armas.

Simak wawancara lengkap Pemred Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur, dengan Muslim Armas di sela-sela acara silaturahim dan halalbihalal perantau asal Aceh, di Sekretariat KUPI di Jalan Rawa Gede Raya Nomor. 2 RT. 007/002 Jatimelati, RT.007/RW.002, Jati Melati, Kec. Pd. Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Wawancara yang berlangsung pada Sabtu 21 Mei 2022 ini disiarkan langsung di laman Facebook Serambinews.com.

Berikut videonya >>>

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved