Jurnalisme Warga
Tradisi ‘Melawat’ pada Masyarakat Simeulue
Bukan hanya sekadar untuk menambah jumlah pulau yang dikunjungi, melainkan juga untuk bisa menikmati keindahan alam yang masih natural dan luar biasa
Kegiatan malam dimulai seusai shalat Isya.
Bagi masyarakat Simeulue, kegiatan melawat biasanya dimeriahkan dengan acara hiburan organ tunggal (kibor).
Namun, ada juga masyarakat yang tidak menggunakan kibor, cukup dengan penampilan seni yang ada di desa tersebut.
Pendeknya, melawat bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara sesama dalam berorganisasi, bermasyarakat, dan erat kaitannya dengan syariat, di mana agama menganjurkan kita untuk kunjung-mengunjungi atau bersilaturrahmi sejauh tidak mendatangkan kemudaratan dan masalah.
Sementara itu, manfaat melawat dapat meningkatkan berbagai prestasi dalam bidang olahraga, menjauhkan diri dari permusuhan, rasa dendam, dengki, dan bersama-sama membangun kemaslahatan.
Selain itu, untuk menghindari hilangnya tradisi melawat yang memang layak dilestarikan.
Saat ini tradisi melawat masih berkembang dalam masyarakat dan tidak akan dilupakan oleh masyarakat Simeulue.
Manfaat dari tradisi ini terutama adalah dapat mempererat tali silaturahmi, rasa persaudaraan, hubungan pertemanan dan dapat menjalin kerukunan.
Tidak hanya orang dewasa yang melakukan lawatan antardesa, siswa-siswi SMP dan SMA pun melakukannya.
Mereka biasanya mengunjungi sekolah lain dan menggelar berbagai lomba.
Harapan saya, semoga tradisi ini bisa terus dilestarikan sebagai kekayaan budaya masyarakat Simeulue hingga ke anak cucu.
Baca juga: BPBD Ingatkan Potensi Cuaca Ektrem di Simeulue
Baca juga: Tangkap Ikan Pakai Bom, Delapan Nelayan Sibolga Diringkus di Simeulue