Kupi Beungoh
4 Pulau Hilang, KIA Ladong Mati dan Bualan Aceh Hebat
Lepasnya 4 pulau di Kabupaten Aceh Singkil dan menjadi milik Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara menjadi perbincangan paling hangat
Semua KIM itu hidup maju dengan aktivitas produksi.
Sebagian besar hasil industri dari KIM Medan dipasarkan ke Aceh.
Baca juga: Rp 154 Miliar Uang Aceh Habis untuk KIA Ladong, MaTA Minta BPKP Audit Investigasi
Seperti tepung terigu, gula pasir hingga siru cap patung yang asalnya dari Peunayong Banda Aceh tapi kemudian pindah ke KIM.
Saat ini sedang direncanakan pembangunan KIM IV. Itu menujukkan majunya industri di Sumatera Utara.
KIM itu bukan “pasar malam,” apalagi “kandang sapi” seperti pemandangan yang terlihat di KIA Ladong.
Pembangunan KIA Ladong sudah berlangsung 13 tahun.
Di luar pembebasan lahan, dana yang telah dihabiskan sebesar Rp 154 miliar.
Tapi hasilnya ternyata sia-sia belaka. Ibarat peribahasa: Arang habis, besi binasa.
Menurut Pansus DPRA, hanya ada dua “industri tradisional” di sana, yaitu industri air tebu dan air kelapa muda (Lihat: Rp154 Miliar APBA Ludes untuk KIA Ladong, Pansus LKPJ: Hanya Ada Air Tebu dan Air Kelapa, Serambinews.com, edisi 04/06/2022).
Ismail Rasyid dan PT Trans Continent
Pada tahun 2018, seorang pengusaha nasional asal Aceh, Ismail Rasyid SE, nekat untuk membantu Pemerintah Aceh dalam upaya menghidupkan KIA Ladong.
Bahkan Gubernur Aceh Nova Iriansyah sudah melaunching projek Ismail Rasyid di KIA Ladong.
Baca juga: Aceh-Kemendagri Survei Pulau Sengketa, Bupati Singkil Minta Dikembalikan ke Aceh
Ismail rasyid adalah yang specialist cargo dan perdagangan aneka jenis barang di dunia itu bahkan membawa sejumlah alat berat milik PT Trans Continent ke KIA Ladong.
Entah berapa biaya yang sudah dia kerahkan? Mungkin miliaran.
Itulah saya sebut Ismail Rasyid nekat di tengah pengusaha lain yang takut datang ke KIA Ladong.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/SAFARUDDIN-SH_Ketua-Yayasan-Advokasi-Rakyat-Aceh_YARA_.jpg)