Berita Banda Aceh

Anggota Komisi IV DPR RI TA Khalid Minta Balai Besar TNGL Segera Beroperasi di Aceh

Permintaan ini mengingat kantor tersebut sudah setahun lebih sejak 16 Februari 2021 pindah ke Aceh dari Medan, Sumatera Utara. 

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL    
Anggota Komisi IV DPR RI, TA Khalid didampingi Wakil Ketua DPRA, Safaruddin melakukan kunjungan ke Kantor Balai Besar TNGL di Banda Aceh, Sabtu (11/6/2022) 

Tak hanya pegawai TNGL, Ketua Partai Gerindra Aceh ini juga meminta NGO yang bermitra dengan TNGL agar berkantor di Aceh.

Ada sepuluh NGO yang selama ini bermitra dengan TNGL. “Kita ingin NGO mengikuti skema yang kita inginkan. Jika tidak persempit pergerakan mereka,” ujarnya.

Di sampin itu, TA Khalid juga menyampaikan pascaterbitnya Undang-undang Cipta Kerja banyak kewenangan dipangkas.

Selaku putra Aceh, ia tidak ingin kewenangan Aceh tentang kehutanan yang sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) tergerus.

Baca juga: Kawasan TNGL di Aceh Tamiang Diduga Dirambah untuk Perkebunan

  “Saya minta kepada balai, apa yang harus kita bangun. Apakah Qanun Aceh Nomor 7 tahun 2016 tentang Kehutanan perlu direvisi agar tidak tergurus.

Saya selaku anggota Komisi IV dari Aceh memiliki tanggungjawab untuk menjalankan UUPA,” tegasnya.

Karena itu, TA Khalid mengajak semua pihak, terutama Pemerintah Aceh unutk bersinergi menjaga Gunung Leuser sebagai paru-paru dunia.

“Gunung Leuser merupakan ikon Aceh di dunia internasional, ketika kita berbicara Aceh dengan pegiat lingkungan internasional, mereka ingat Leuser.

Makanya kita harus menjaganya karena itu aset,” tutup TA Khalid.

Baca juga: Balai Besar TNGL Resmi Pindah dari Sumut dan Berkantor di Aceh, Begini Prosesnya

Sementara Wakil Ketua DPRA, Safaruddin menyambut baik apa yang sudah diperjuangkan TA Khalid bersama pihak lain selama ini sehingga Kantor Balai Besar TNGL sudah berpindah alamat dari Sumut ke Aceh.

“Menurut saya, sudah sepantasnya dengan luasan lahan 80 persen (dari total 800.000 hektare) berada di Aceh, Kantor TNGL berpusat di Aceh.

Tapi ini jangan hanya ada semangat pemindahannya saja, tapi infrasturktur dan anggarannya juga harus didukung,” katanya.

Safaruddin yang juga menjabat Sekretaris Partai Gerindra Aceh ini berharap Kantor Balai Besar TNGL segera beroperasi dengan maksimal sehingga bisa diukur kinerjanya.

“Pemerintah Aceh dan DPRA tetap menyupport dengan proses penganggaran di APBA,” ucapnya. (*)  

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved