Kupi Beungoh
Anies, “Filsafat Bukuem”, dan Feeling Politik Surya Paloh
Anies tampil sangat beda dari politisi konvensional yang pernah ada dalam partai politik manapun, terutama pascaorde baru
Yang timbul justru Anies yang menjadi spesies baru.
Anies tampil sangat beda dari politisi konvensional yang pernah ada dalam partai politik manapun, terutama pascaorde baru.
Apa yang menjadi keunikan Anies adalah “kedewasaan”nya dalam berpolitik.
Penampilan politiknya sangat sopan, tidak pernah kasar, bahkan kepada pihak yang paling kasar sekalipun terhadap dirinya.
Anies sangat jarang emosi, apalagi marah ketika berhadapan dengan tantangan, tuduhan, apalagi ancaman.
Ia tidak pernah “menggonggong” apalagi “menggigit” lawannya.
Ingat saja ketika Menteri Luhut mencak-mencak secara terbuka kepada Anies tentang pembatalan proyek reklamasi Ahok.
Yang terjadi justeru Anies sangat dingin, namun tak takut menanggapinya.
Baca juga: Sohibul Sebut Pemilih PKS Juga Ingin Ganjar Jadi Presiden, Tapi Mayoritas Pilih Anies dan Prabowo
Kalaulah benar posisi Menteri Luhut sebagai repersentasi Pemerintah Pusat yang mengancam Anies tentang keputusan itu, justru Anies mengingatkan Menteri Luhut untuk kembali melihat aturan tentang kewenangan dan berbagai aturan sesuai hukum yang ada.
Ketika Pemerintah “Pusat” tak berkutik dengan kasus reklamasi itu, Anies sama sekali tidak menunjukkan kesombongannya.
Ia sama sekali tak canggung, apalagi dendam terhadap pihak yang menyakitinya.
Bayangkan saja kejadian sebelum ia menjadi Gubernur DKI.
Tak ada angin tak ada hujan, entah bisikan apa yang sampai ke Jokowi, Anies diganti sebagai Menteri Pendidikan di tengah segudang prestasi yang sedang dikerjakannya.
Ia tidak berkomentar, tidak menjadi orang sejenis Rizal Ramli yang menjadi pengeritik keras pemerintah setelah dicopot dari kabinet.
Cobalah periksa jejak digital Anies, kapan ia pernah sinis terhadap siapapun, apalagi Presiden Jokowi.
Ketika ia berhasil membangun JIS- Jakarta International Stadium yang rencananya akan diresmikan dalam waktu dekat, banyak pihak yang anti-Anies, masih berani mengklaim proyek itu sebagai prestasi Presiden -Gubernur Jokowi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ahmad-humam-hamid-3.jpg)