Rabu, 3 Juni 2026

Jurnalisme Warga

Menggairahkan Kembali Tradisi Baca Nazam di Aceh Besar

Nazam Teungku Di Cucum adalah sebuah risalah nasihat agama yang sangat digemari masyarakat di tiga kecamatan dalam kabupaten Aceh Besar

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
T. A. SAKTI, Peminat hikayat, tambeh, dan nazam Aceh, melaporkan dari Gampong Bucue, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie 

Sambil memperlihatkan naskah Akhbarun Na’im yang sudah saya transliterasikan ke huruf Latin, saya imbau mereka untuk peduli kepada "tradisi membaca kitab nazam” yang nyaris punah di Aceh Besar.

Alhamdulillah, akhirnya saya berhasil membawa tiga wartawan untuk meliputnya.

Praktik jurnalistik kami yang pertama adalah mengunjungi Tgk Ismail Daud alias Cut ‘E di Tanjung Dayah Kecamatan Darussalam, kedua ziarah ke makam Tgk Di Cucum, bersama Bapak Fauzan, Keuchik Gampong Cucum, beserta ibunda beliau yang masih keturunan Tgk Di Cucum.

Ketiga, menjumpai Pak Mukim di Lamceu, Kecamatan Kutabaro, dan keempat berangkat ke rumah Let Markam Hasan di Meunasah Intan, Lam Ujong, Ulee Kareng, Aceh Besar.

Kegiatan meliput itu berlangsung lebih kurang lima jam.

Alhamdulillah, beberapa hari kemudian sebuah harian terbitan Medan memuat berita berjudul “Nazam Aceh Tanpa Penerus”, sedang di halaman (Fotografi) dimuat satu halaman penuh dengan judul “ Nazam Aceh Tergerus Zaman”.

Sementara di surat kabar lokal yang lain dimuat dengan judul “Puluhan Tahun Demi Menyelamatkan Nazam Aceh” .

Syahril dari stasiun KompasTV Aceh melaporkan “Tradisi Baca Nazam di Aceh Besar Menanti Kepunahan”.

Dengan demikian, perihal Nazam Tgk Di Cucum dan kondisinya sekarang sudah diperkenalkan secara lebih luas.

Memperjuangkan Anugerah Budaya Perhatian terhadap nasib kehidupan ke tiga pembaca nazam Teungku di Cucum masih bangkit pula.

Saya memang tidak mampu memberi materi, cuma sekadar menumpahkan perhatian untuk menggugah pihak lain, terutama Pemkab Aceh Besar.

Ketiga merekalah yang menjadi benteng terakhir bagi tradisi ‘bernazam’ di Aceh yang telah berlangsung berbilang abad.

Setelah profil ketiga mereka sudah dimuat koran dan disiarkan televisi, saya masih terpanggil untuk mengusulkan ketiga pembaca nazam itu sebagai calon penerima Anugerah Budaya PKA 7.

Ketiga pakar pembaca Nazam Tgk Di Cucum yang saya usulkan adalah:

1.Let Markam Hasan, 92 tahun (sekarang sudah almarhum), warga gampong Meunasah Intan, Lam Ujong, Ulee Kareng, Banda Aceh.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved