Breaking News:

Kupi Beungoh

Aceh dan Kepemimpinan Militer (IX) - Iskandar Muda: Angkatan Perang, “Mercineries”, dan “Raja Toke”

Iskandar Muda mengawinkan perdagangan dan militer yang tiada duanya dalam sejarah Aceh, dan bahkan mungkin Nusantara.

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/Handover
Prof Ahmad Human Hamid, Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. 

Oleh Ahmad Humam Hamid*)

ISKANDAR Muda adalah raja tentara yang mempunyai kemampuan kapitalisasi kembaran dua kekuatan yang luar biasa.

Ia mengawinkan perdagangan dan militer yang tiada duanya dalam sejarah Aceh, dan bahkan mungkin Nusantara.

Ia tahu benar memanfaatkan militer untuk menjamin kestabilan dan pertumbuhan kerajaannya.

Ia juga paham benar apa arti kestabilan dan keteraturan Aceh untuk menjadi daya tarik pedagang mancanegara.

Berbagai bangsa berdatangan mulai dari Venesia Italia, Inggris, Belanda, Denmark, dan Perancis sampai ke Turki, Aleppo Syiria, dan Cina.

Dari India umumnya adalah pedagang Gujarat, Benggali, dan Malabar.

Dari kawasanan serantau ada pedagang Siam dan Pegu-Burma.

Sedangkan dari kawasan Nusantara berdatangan pedagang Banten, Jawa, dan Makassar.

Iskandar Muda membangun militer kerajaan Aceh yang terhitung digdaya pada masanya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved