Breaking News:

Kupi Beungoh

Peluang dan Tantangan Pendidikan di Era Pj Gubernur Aceh

Beberapa tahun terakhir masyarakat Aceh sempat optimis dengan program Aceh Carong yang sempat menjadi program unggulan Pemerintah Aceh

Editor: Muhammad Hadi
Dok Pribadi
Mulyadi Nurdin, Lc, MH, Kepala BKPSDM Pidie/ Alumni Lemhannas RI/ Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Aceh tahun 2017-2018) 

Seluruh lembaga pendidikan dan stakeholders harus adaptasi dengan Teknologi digital, apalagi dengan revolusi industri 4.0 dan 5.0 yang berbasis jaringan, tidak ada lagi sekat geografi, sehingga menjadi solusi atas kesenjangan guru dan kualitas pendidikan.

Untuk mengukur kompetensi siswa seorang guru juga bisa melakukan secara online, dengan menyediakan soal-soal yang perlu dijawab di cloud server, dan nilainya dapat langsung disetting secara otomatis begitu siswa menjawabnya.

Berbagai kemudahan dalam teknologi dapat dimanfaatkan oleh lembaga pendidikan, malah jika belum memiliki anggaran bisa menggunakan layanan gratis seperti google doc, google drive, dan layanan free lainnya.

Baca juga: Mualem, Pemred Serambi Indonesia, Asrizal dan Belasan Tokoh Terima Penghargaan dari SUBA Malaysia

Terkait adaptasi teknologi, Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki sudah menekankan pentingnya hal tersebut.

“Sebagai calon pemimpin bangsa, mahasiswa harus beradaptasi dengan zaman. Teknologi menjadi kunci, namun tetap harus memegang teguh etika, sesuatu yang tidak bisa diteknologikan.

Selain itu, kunci sukses dan menjadi seorang pemimpin adalah percaya proses,” ujar Pj Gubernur Aceh saat menjadi pembicara pada kegiatan Pembinaan Akademik dan Karakter Mahasiswa Baru (Pakarmaru) Universitas Syiah Kuala (USK), (2/8/2022) lalu.

Ektra Kurikuler

Untuk meningkatkan prestasi siswa di bidang yang sering menjadi barometer perangkingan secara nasional, seperti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), MTQ, Olimpiade Sains, dan lain-lain, perlu langkah-langkah khusus dan kelas khusus dalam bentuk ekstra kurikuler di seluruh sekolah.

Misalnya setiap sekolah menyediakan waktu khusus untuk mengajar kisi-kisi soal SNMPTN, soal-soal Olimpiade Sains, Soal-soal MTQ atau soal-soal lain yang sering diperlombakan secara nasional, sehingga setiap ada kompetisi, siswa kita sudah siap menghadapinya.

Baca juga: Aceh dan Kepemimpinan Militer (VII) Al Mukammil: Hard Power dan Shock Therapy

Khusus untuk kisi-kisi ujian SNMPTN sejauh ini sudah banyak kursus di luar sekolah yang melakukannya, namun belum sanggup menjangkau seluruh siswa karena persoalan geografis dan biaya.

Namun kalau menjadi program pada setiap sekolah tentunya akan menjangkau seluruh siswa sehingga lulusan PTN akan meningkat.

Peluang

Sebagai seorang Pj Gubernur yang ditunjuk langsung oleh Presiden RI, Achmad Marzuki tentunya memiliki kemampuan dan akses jaringan yang luas di pusat.

Akses tersebut menjadi peluang besar bagi Aceh dalam meningkatkan kualitas pendidikan ke depan, berbagai program yang dibuat pastinya akan dapat diimplementasi dengan baik, jika ada hambatan dapat diselesaikan secara lokal maupun secara nasional.

Momen tersebut bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya demi pembangunan Aceh, berbagai hambatan regulasi, hambatan teknis, dan non-teknis seyogyanya dapat dicarikan solusinya pada kesempatan ini.

Walaupun demikian seorang Pj Gubernur bukanlah superman yang bisa melakukannya semudah membalikkan telapak tangan, namun dengan kerja keras semua pihak semua persoalan dapat diselesaikan dengan baik dan bijaksana.

Persoalan pendidikan adalah persoalan bersama antara pemerintah, pendidik, orang tua, perguruan tinggi, serta masyarakat luas.

Setiap komponen bangsa bisa berperan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing tanpa harus saling menyalahkan satu sama lain.

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Penimbun Solar Subsidi di Nagan Raya, 18 Jeriken BBM dan Dua Mobil Diamankan

Perguruan tinggi misalnya, bisa terlibat dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan melahirkan lulusan calon guru yang berkualitas, demikian juga dengan orang tua dapat berperan dengan memotivasi dan memonitor perkembangan anak masing-masing.

Masyarakat juga dapat berperan dengan memberikan dukungan dan melakukan kontrol sosial terhadap proses pendidikan dan pembelajaran di sekitar domisili masing-masing.

Sedangkan Pemerintah Aceh dapat berperan dalam hal penerapan kebijakan dan penganggaran yang memadai sesuai dengan amanat dari undang-undang.

Persoalan mutu pendidikan yang menjadi isu setiap tahun tentu saja tidak bisa diselesaikan dalam waktu sekejap, tetapi perlu proses, planning, dan tahapan pelaksanaan yang tepat.

Anak-anak milenial sekarang justru anak cerdas yang sangat cepat beradaptasi dengan berbagai perubahan zaman.

Konsep pendidikan yang mengakomodir perkembangan siswa sudah saatnya diperbanyak, metode pendidikan yang guru sentris sudah tidak zamannya lagi sekarang, jika anak-anak tidak bisa memahami cara guru mengajar, maka seorang guru harus mengajar dengan cara-cara seorang anak bisa belajar.

*PENULIS adalah Kepala BKPSDM Pidie/ Alumni Lemhannas RI/ Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Aceh tahun 2017-2018)

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca  Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved