Breaking News:

Jurnalisme Warga

Kenduri Buku, Hajatan Literasi Warga Sukma Bangsa

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang dicanangkan Kemendikbud beberapa tahun lalu, seluruh sekolah di Indonesia menyambut baik program ini

Editor: bakri
Kenduri Buku, Hajatan Literasi Warga Sukma Bangsa
FOR SERAMBINEWS.COM
AZWAR ANAS, S.Pd, Wakasek Bidang Kesiswaan SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe dan Pegiat FAMe Chapter Lhokseumawe, melaporkan dari Bireuen

OLEH AZWAR ANAS, S.Pd, Wakasek Bidang Kesiswaan SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe dan Pegiat FAMe Chapter Lhokseumawe, melaporkan dari Bireuen

SEJAK digaungkannya Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang dicanangkan Kemendikbud beberapa tahun lalu, seluruh sekolah di Indonesia menyambut baik program ini dengan menyelenggarakan berbagai program literasi di sekolahnya.

GLS menjadi program sekolah yang berfokus pada penekanan aktivitas membaca, melihat, menyimak, menulis, hingga berbicara.

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan budi pekerti siswa melalui pembudayaan ekosistem literasi di lingkungan sekolah guna meningkatkan kapasitas warga sekolah agar menjadi kaum yang literat.

Menyikapi hal tersebut, Sekolah Sukma Bangsa (SSB) ikut andil mengambil bagian dengan melaksanakan kegiatan Kenduri Buku yang rutin diadakan di sekolah tersebut.

Kenduri Buku merupakan hajatan tahunan SSB yang bertujuan untuk mengapresiasi para siswa, guru, dan seluruh warga sekolah yang telah berjuang dalam mengembangkan kemampuan literasi, khususnya dalam bidang menulis.

Setelah pelaksanaan Kenduri Buku I pada 2020 lalu, tahun ini SSB mengadakan Kenduri Buku II yang dilaksanakan pada Sabtu (3/9/2022) di Kompleks SSB Bireuen, Gampong Cot Keutapang, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen.

Dalam kenduri kali ini, tak kurang dari sekitar 500 tamu dan undangan ikut hadir dan menyaksikan langsung seremoni peluncuran buku karya warga SSB dari empat lokasi di Indonesia, yaitu Lhokseumawe, Bireuen, Pidie, dan Sigi, Sulawesi Tengah.

Kegiatan ini berlangsung secara hibrida, di mana tamu dan undangan serta warga sekolah dan orang tua siswa juga dapat menyaksikan pelaksanaan kegiatan ini secara daring, di samping juga untuk mengakomodasi para siswa dan pimpinan SSB Sigi, yang tidak dapat mengikuti kegiatan secara langsung akibat keterbatasan jarak dan lokasi.

Kata kenduri digunakan dalam kegiatan ini sebagai bentuk syukur warga SSB atas pencapaian yang telah diraih dalam bidang literasi.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved