Rabu, 22 April 2026

Jurnalisme Warga

Kenduri Buku, Hajatan Literasi Warga Sukma Bangsa

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang dicanangkan Kemendikbud beberapa tahun lalu, seluruh sekolah di Indonesia menyambut baik program ini

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
AZWAR ANAS, S.Pd, Wakasek Bidang Kesiswaan SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe dan Pegiat FAMe Chapter Lhokseumawe, melaporkan dari Bireuen 

Begitu konsentrasinya SSB dalam dunia kepenulisan hingga kemampuan menulis siswa menjadi salah satu standar dan syarat kelulusan yang harus dipenuhi siswa ketika akan menyelesaikan pendidikannya di SSB.

Baca juga: RTIK Aceh Seminar Literasi Digital Saweu Gampong, Antisipasi Dampak Negatif Media Digital dan Sosmed

Kembali ke Kenduri Buku.

Pelaksanaan kenduri tahun ini agaknya memiliki atmosfer yang berbeda dari tahun sebelumnya.

Kenduri Buku kali ini dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh yang jatuh pada hari sebelumnya, 2 September 2022.

Berkenaan dengan hal ini, guna memperingati momentum penting tersebut, SSB mempersembahkan beragam karya buku hasil warganya kepada masyarakat melalui Kenduri Buku, di samping hal ini juga bertujuan untuk terus mendukung pendidikan di daerah khususnya dan Indonesia pada umumnya agar menjadi lebih baik.

Guna menyemarakkan Hardikda, pada momen Kenduri Buku kali ini juga ikut hadir sosok tokoh legendaris pendidikan Aceh yang yang memiliki segudang pengalaman dalam dunia pendidikan, Bapak Qismullah Yusuf.

Pak Qis, begitu beliau akrab disapa, memberikan orasi tentang bagaimana perkembangan pendidikan di Aceh dalam ceramah singkatnya.

Pada sesi akhir kegiatan, beberapa buku karya guru dan siswa dibedah oleh para praktisi literasi di Aceh: Yarmen Dinamika, Ayi Jufridar, Teuku Kemal Fasya, dan Nazaruddin Abdullah.

Kegiatan bedah buku ini bertujuan untuk mendalami kembali isi buku karya warga SSB agar dapat dijadikan bahan refleksi (baik dari segi metodologi, kualitas isi, bahasa, dan teknik penyajian) untuk hasil yang lebih baik di tahun mendatang.

Terakhir, tak berlebihan agaknya jika kita melirik sejenak dan memberikan apresiasi sebesarnya atas apa yang telah dilakukan SSB.

Kenduri Buku ini menjadi bukti nyata bahwa pelaksanaan kegiatan literasi di sekolah dapat dikemas dengan baik oleh setiap satuan pendidikan.

Maka, perlu adanya usaha sadar dan dukungan dari semua pihak, khususnya manajemen sekolah dalam menghidupkan literasi di sekolah sehingga apa yang sudah dilakukan SSB dapat juga diterapkan di sekolah-sekolah lain guna mewujudkan gerakan literasi sekolah yang madani.

Sampai jumpa pada Kenduri Buku selanjutnya! (azwaranas1993@ yahoo.com) 

Baca juga: Ulun Tanoh, Desa Literasi di Negeri Seribu Bukit

Baca juga: Kepala ANRI Ajak Semua Pihak Hadirkan Kembali Kejayaan Kearsipan dan Literasi Aceh

 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved