Kamis, 16 April 2026

Jurnalisme Warga

Kenduri Buku, Hajatan Literasi Warga Sukma Bangsa

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang dicanangkan Kemendikbud beberapa tahun lalu, seluruh sekolah di Indonesia menyambut baik program ini

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
AZWAR ANAS, S.Pd, Wakasek Bidang Kesiswaan SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe dan Pegiat FAMe Chapter Lhokseumawe, melaporkan dari Bireuen 

Pada pelaksanaan Kenduri Buku kali ini SSB meluncurkan 38 buku karya guru dan siswa yang terdiri atas tujuh buku dari SSB Pidie, delapan buku dari SSB Bireuen, 16 buku dari SSB Lhokseumawe, dan tujuh buku dari SSB Sigi.

Buku-buku tersebut merupakan karya guru dan siswa SSB yang dikumpulkan dalam kurun waktu satu tahun ke belakang.

Semua buku tersebut tak lahir secara serta-merta dan jadi begitu saja.

Butuh proses panjang yang dilakoni oleh SSB dalam membentuk kegiatan literasi bagi warganya guna menghasilkan buku hingga dapat dikonsumsi oleh masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan literasi di SSB dapat dikatakan cukup baik.

Berdasarkan pengamatan saya sebagai salah satu bagian dari sekolah ini, SSB sangat fokus dalam pengembangan literasi, khususnya dalam hal menulis.

Baca juga: Prodi S2 KPI UIN Ar-Raniry Sukses Gelar Pendampingan Literasi Digital di Pesantren Modern Al-Manar

Baca juga: Bupati Shabela Lantik Puan Ratna Jadi Bunda Literasi Aceh Tengah

Tak hanya diwajibkan bagi siswa, program literasi di SSB juga diamanatkan untuk para guru.

Setiap guru wajib secara rutin menuliskan refleksi yang dilaksanakan dalam pembelajaran di kelas bersama siswa pada aplikasi yang telah disediakan.

Kegiatan ini dilakukan guru untuk setiap kelas yang diampu.

Selain sebagai bahan refleksi mengajar, hal ini secara perlahan juga akan melatih guru untuk mengembangkan kemampuan literasinya, khususnya dalam bidang menulis.

Di samping beberapa kegiatan lain seperti program guru menulis di media massa dan program cetak buku guru juga sangat digalakkan.

Sementara itu, pelaksanaan kegiatan literasi bagi siswa juga terus digemari.

SSB menyediakan berbagai program pengembangan literasi siswa seperti adanya jam khusus untuk membaca (reading hour) yang dimasukkan dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Pada kegiatan ini seluruh siswa akan membaca buku secara serentak, kemudian menuliskan hasil bacaannya pada jurnal yang telah disediakan, dan dikahiri dengan sesi menyampaikan bacaannya di depan anggota belajarnya.

Selain itu, guna menumbuhkan minat dan motivasi siswa dalam menulis, SSB juga kerap menyelenggarakan berbagai kegiatan yang dapat merangsang daya literasi siswa, seperti kegiatan sayembara menulis, proyek menulis buku antologi kelas, cipta pantun dan puisi, hingga beragam kegiatan serupa lainnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved