Breaking News:

Opini

Pro Kontra Hukuman Kebiri

Pandangan yang kontra, terhadap kebiri kimia selain dari pihak agamawan, juga berdasarkan perspektif HAM

Editor: bakri
Pro Kontra Hukuman Kebiri
IST
Dr YUNI ROSLAILI MA, Dosen Hukum Pidana Islam Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh

OLEH Dr YUNI ROSLAILI MA, Dosen Hukum Pidana Islam Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh

PERATURAN Pemerintah Nomor 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kebiri Kimia akhirnya disahkan.

Pengesahan ini sekaligus memicu pro dan kontra berbagai pihak.

Terdapat pihak yang mendukung dan pihak tidak mendukung terhadap pelaksanaan Peraturan Pemerintah ini.

Pihak yang mendukung mengklaim bahwa Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2020 akan mampu menekan angka kejahatan seksual yang semakin hari semakin masif terjadi dan sangat meresahkan masyarakat.

Hukuman yang telah ada sebelumnya, sebagaimana tercantum dalam KUHP dan UU Perlindungan Anak dipandang belum efektif sehingga kemudian Pemerintah menerbitkan UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang pemberatan sanksi pidana bagi pelaku kekerasan seksual dengan memberlakukan hukuman kebiri secara kimiawi.

Namun undang- undang ini dipandang belum memuat teknis pelaksanaan hukuman kebiri dimaksud, maka membutuh sebuah PP sebagai petunjuk pelaksanaannya, lahirlah PP No 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kebiri Kimia.

Pandangan yang kontra, terhadap kebiri kimia selain dari pihak agamawan, juga berdasarkan perspektif HAM.

Sebagaimana Thesis Vaillancourt: “Based on these discussions, I argue against court-mandated castration and support a return to the rehabilitative model that spawned castration research in the first place.

I argue that courtordered castration as it currently stands violates several major principles of bioethics and therefore ought not be done” (Samantha Vaillancourt, 2012).

Baca juga: LSM Anak tak Sepakat dengan Hukuman Kebiri

Baca juga: Wacana Hukuman Kebiri Bagi Predator Anak Dinilai tak Efektif, LBH Anak: Lebih Baik Hukuman Penjara

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved